Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) FPU 7 MINUSCA, Norhayat. Foto: Metrotvnews.com/Afifah Alfina
Cerita Satgas FPU 7 MINUSCA Kawal Capres dan Cawapres di Afrika Tengah
Achmad Zulfikar Fazli • 19 October 2026 12:43
Jakarta: Sebanyak 140 personel personel Satgas Formed Police Unit (FPU) 7 MINUSCA telah menuntaskan misi perdamaian di Afrika Tengah selama satu tahun. Kepala Biro Misi Internasional (Karomisinter), Tommy Wibisono, menceritakan momen krusial keterlibatan pasukan Indonesia mengawal peserta pemilihan umum (pemilu) di Afrika Tengah.
“Dan ada hal yang menarik, (selama) satu tahun itu ada election ada pemilihan umum di Afrika Tengah untuk memilih pemerintahan baru,” kata Tommy di Ruang Rapat Utama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin, 19 Oktober 2026.
Di tengah kehadiran berbagai kontingen dari negara lain, pasukan Indonesia mendapat kehormatan dan tanggung jawab vital. Personel khususnya mendapat mandat untuk mengawal calon presiden dan wakil presiden Afrika Tengah.
“Banyak kontingen dari beberapa negara yang ada di sana, tetapi luar biasanya kontingen Indonesia yang ditunjuk sebagai pengamanan daripada para calon presiden dan wakil presiden yang akan election,” ujar Tommy.
Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) FPU 7 MINUSCA, Norhayat, menceritakan soal penugasan itu. Selain pengawalan capres dan cawapres, pasukan Satgas FPU 7 MINUSCA mengamankan logistik pemilu hingga ke pelosok daerah.
“Jadi kita gerakkan seluruh personel untuk mengamankan kegiatan pemilu. Sama, kita juga laksanakan kegiatan pengawalan surat suara dan lain sebagainya untuk pelaksanaan pemilu, dan alhamdulillah pemilu juga berjalan dengan baik,” ungkap Norhayat.
Selain harus menghadapi tensi politik dan potensi konflik, para personel diuji kondisi iklim yang ekstrem. Peralihan cuaca yang mendadak serta badai tropis sering kali menjadi rintangan fisik dalam setiap proses penugasan.
“Tantangan tentunya karena kita pergi jauh ke Afrika dan cuaca semuanya berbeda. Di sana sering kita menghadapi cuaca yang ekstrim, hujan badai. Itu paling tantangan yang sangat terasa, tapi dalam pelaksanaan tugas semuanya bisa kita hadapi dan melaksanakan dengan baik,” terang Norhayat.

Kontingen Garuda yang tergabung dalam Satgas Kizi TNI dan Indo FPU MINUSCA terima penghargaan dari PBB. Foto: Documentation Team, Indonesian Contingent MINUSCA
Di luar tugas pengamanan fisik, para personel aktif mendatangi tempat ibadah dan sarana pendidikan untuk merajut silaturahmi dengan warga lokal. Pembagian bantuan alat sekolah hingga kegiatan bakti sosial mendapat sambutan baik dari masyarakat Afrika Tengah.
“Kita juga laksanakan kegiatan sosial outreach atau kita laksanakan bakti sosial, di sana kita datang ke gereja, sekolah-sekolah untuk bersosialisasi dengan warga di sana. Kemudian kita juga memberikan bantuan seperti tas, alat tulis kepada anak-anak. Mereka sangat senang sekali,” ujar Norhayat.
(Afifah Alfina)