Industri Kimia dan Farmasi Tumbuh 8,1%, Airlangga Ungkap Faktor Pendorongnya

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: Dok Kemenko Perekonomian

Industri Kimia dan Farmasi Tumbuh 8,1%, Airlangga Ungkap Faktor Pendorongnya

Gervin Nathaniel Purba • 5 November 2026 22:10

Jakarta: Industri kimia, farmasi, dan obat tradisional mencatatkan pertumbuhan sebesar 8,1 persen pada kuartal III-2026. Pertumbuhan tersebut didorong oleh penyelesaian investasi di sektor kimia serta ekspansi industri farmasi untuk memenuhi kebutuhan obat-obatan di dalam negeri.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, penyelesaian sejumlah investasi di sektor kimia turut memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan industri tersebut. Selain itu, pemerintah juga terus mendorong pengembangan industri obat-obatan melalui ekspansi perusahaan farmasi.

”Terkait dengan industri kimia dan informasi, memang ada beberapa penyelesaian dari investasi di sektor kimia, maka tentu sektor ini sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan di sektor kimia,” ujar Airlangga dalam Konferensi Pers Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal III 2026 di Jakarta, Kamis, 5 November 2026.




Tingkatkan Literasi, Masyarakat Diimbau Kritis Pilih Produk Kesehatan

Ilustrasi. Foto: Medcom.



   

Ekspansi industri farmasi untuk penuhi kebutuhan obat BPJS


Selain penyelesaian investasi di sektor kimia, pertumbuhan industri farmasi juga didukung oleh ekspansi sejumlah perusahaan di bidang tersebut. Pemerintah terus mendorong industri obat-obatan untuk meningkatkan kapasitas dan pengembangan usahanya.

Airlangga menyebut, ekspansi yang dilakukan sejumlah industri farmasi diarahkan untuk menyediakan obat-obatan yang dapat digunakan dalam program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

"Kemudian yang kedua, pemerintah terus mendorong untuk sektor obat-obatan, itu juga untuk melakukan ekspansi dan beberapa industri farmasi juga untuk melakukan ekspansi, terutama untuk menyediakan obat-obatan yang bisa digunakan dalam program BPJS," ucap Airlangga. (Tiaranissa Juliansyah)

(Gervin Nathaniel Purba)