Sejahterakan Warga Bandung, Ini 3 Fokus Utama Farhan

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, saat memimpin apel di Plaza Balai Kota Bandung, Senin, 11 Agustus 2025. Metrotvnews.com/Roni Kurniawan

Sejahterakan Warga Bandung, Ini 3 Fokus Utama Farhan

Roni Kurniawan • 11 August 2025 13:52

Bandung: Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, memiliki tiga isu utama sebagai fokus kerja untuk meningkatkan kesejahteraan warga, yakni kemacetan, pengangguran, dan pengelolaan sampah. Tiga hal itu kini dikebut Pemkot Bandung terutama diawal kepemimpinannya.

Farhan menjelaskan, ketiga persoalan tersebut sebelumnya menjadi sumber utama ketidakpuasan publik. Berdasarkan survei Badan Litbang Kompas pada 2-5 Juli 2025, tingkat kepuasan warga kini meningkat dari 44 persen menjadi 66 persen.

"Masalah sampah kini berada di urutan ketiga. Artinya, kita berada di jalur yang benar, meski belum selesai sepenuhnya. Tapi dua masalah lain, pengangguran dan kemacetan, masih menjadi tantangan besar," kata Farhan di Balai Kota Bandung, Senin, 11 Agustus 2025.

Farhan mengaskan telah menugaskan Dinas Ketenagakerjaan untuk mengatasi pengangguran serta meninjau ulang seluruh program di kewilayahan, termasuk mengembangkan bursa kerja dan program padat karya. Sementara itu, Dinas Koperasi dan UKM diminta mengoptimalkan 151 koperasi merah putih guna membuka peluang usaha di seluruh wilayah.
 

Baca: Wali Kota Bandung Pastikan Tidak Ada Beras Oplosan yang Beredar

Sementara itu terkait kemacetan, Farhan mengaku bersama sejumlah kolaborator akan membangun sistem transportasi umum terpadu yang andal dan modern. Farhan menyebut program ini akan menjadi tulang punggung mobilitas warga dengan menghubungkan jalur barat-timur dan selatan-utara Kota Bandung.

Selain tiga isu utama, Farhan juga meminta jajarannya memperhatikan keluhan masyarakat terkait penerangan jalan umum (PJU), peningkatan kualitas sanitasi lingkungan, serta ketersediaan beras. Farhan mengingatkan, Kota Bandung mencatat kasus demam berdarah tertinggi di Jawa Barat pada semester pertama 2025, sehingga langkah pencegahan harus diperkuat.

"Kita tidak boleh alergi terhadap kritik. Kritik adalah vitamin untuk perbaikan. Mari kita jawab kritik dengan kinerja, menjaga integritas, soliditas, dan semangat gotong royong," tutup Farhan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
Viral!, 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id
(Whisnu M)