Trump Sentil Koresponden CNN Kaitlan Collins saat Hadiri Sidang Umum PBB

Presiden AS Donald Trump berbicara kepada media di Sidang Majelis Umum PBB seri ke-81 di New York, Selasa, 22 September 2026. (Anadolu Agency)

Trump Sentil Koresponden CNN Kaitlan Collins saat Hadiri Sidang Umum PBB

Willy Haryono • 23 September 2026 15:12

New York: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyentil koresponden media CNN Kaitlan Collins saat menghadiri Sidang Umum PBB di New York, Selasa, 22 September 2026.

Konfrontasi terjadi ketika Collins bertanya kepada Trump mengenai kapan perang dengan Iran akan berakhir. Trump kemudian mempertanyakan kehadiran Collins untuk meliput dirinya setelah pemerintahannya melarang CNN, MS NOW, dan Politico mengakses Gedung Putih.

"Saya terkejut CNN berada di sini meliput saya," kata Trump, mengutip dari Yeni Safak.

"Kamu seharusnya tidak berada di sini untuk meliput saya. Kamu mengatakan tidak akan meliput saya. Kamu seharusnya tidak meliput saya," lanjutnya.

Collins kemudian menjelaskan bahwa CNN dapat meliput Trump di Sidang Majelis Umum PBB karena organisasi medianya memperoleh akreditasi dari PBB.

"PBB mengizinkan kami masuk, Pak," jawab Collins.

Namun, Collins kembali menanyakan kapan perang dengan Iran akan berakhir. Trump menjawab bahwa pemerintahannya membuat banyak kemajuan dan kondisi AS berjalan dengan sangat baik.

Perselisihan tersebut berlangsung di tengah konflik antara pemerintahan Trump dan sejumlah media. Pada 19 September, wartawan CNN, MS NOW, dan Politico ditolak masuk ke kompleks Gedung Putih setelah Trump mengumumkan pelarangan terhadap ketiga media tersebut.

CNN, MS NOW, dan Politico kemudian menggugat pemerintahan Trump di pengadilan federal. Ketiga organisasi media tersebut mempersoalkan larangan itu dengan mengajukan argumen terkait perlindungan kebebasan pers berdasarkan Amandemen Pertama Konstitusi AS.

Meski dilarang meliput dari kompleks Gedung Putih, CNN tetap dapat meliput agenda Trump di Sidang Umum PBB melalui akreditasi yang diberikan oleh PBB. Hal itu yang memungkinkan Collins berada di lokasi dan mengajukan pertanyaan kepada Trump. (Razaqa Hariz)

Baca juga: Gedung Putih Luncurkan Trump TV usai Aksi Boikot Sejumlah Media AS

(Willy Haryono)