Warga melintas di samping bangunan rumah yang roboh akibat gempa bumi magnitudo 7,7 di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, NTT. ANTARA FOTO/Mega Tokan/wsj.
Update Gempa NTT: 129 Meninggal, 1.723 Orang Luka-luka
Silvana Febiari • 4 September 2026 18:36
Jakarta: Jumlah korban meninggal akibat gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai 129 jiwa. Angka tersebut mencakup korban yang meninggal akibat dampak langsung maupun tidak langsung dari gempa.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan menyampaikan duka cita atas bertambahnya jumlah korban meninggal.
"Kami ingin menyampaikan adanya update terkait penanganan gempa bumi yang ada di Nusa Tenggara Timur. Bahwa hingga saat ini korban yang meninggal akibat langsung maupun tidak langsung dari kegempaan tersebut sebesar 129 jiwa," kata Berton dalam keterangannya, Jumat, 4 September 2026.
Selain korban meninggal, sebanyak 1.723 orang mengalami luka-luka. Sementara itu, jumlah pengungsi tercatat 111.321 orang.
"Jumlah rumah rusak adalah 98.986 rumah dengan kategori rusak sedang, rusak ringan, maupun rusak berat,"
Di tengah penanganan, kondisi masyarakat terdampak mulai berangsur membaik. Aktivitas sosial dan ekonomi mulai bangkit, sementara sebagian pengungsi telah kembali ke rumah yang masih utuh maupun mengalami kerusakan ringan.
Berton mengatakan pemeriksaan juga dilakukan terhadap sejumlah bangunan publik, termasuk rumah sakit dan sekolah. Sebagian bangunan dinyatakan masih layak digunakan, sementara sebagian lainnya hanya dapat digunakan secara terbatas dan ada yang dinyatakan tidak aman.
"Pendirian tenda sekolah darurat juga kita fasilitasi, dan juga melakukan pendataan atau pemeriksaan sekolah-sekolah yang terdampak akibat dari kegempaan," jelas Berton.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan menyampaikan update penanganan gempa di Nusa Tenggara Timur. (Dokumentasi/ BNPB)
Sementara itu, distribusi logistik dari Jakarta melalui Halim Perdanakusuma telah mencapai 2.015 ton. Logistik tersebut dikirim ke Labuan Bajo sebanyak 1.264 ton dan Maumere sebanyak 616 ton.
Berton mengatakan kondisi logistik di NTT saat ini relatif aman. BNPB juga kembali mengirimkan bantuan melalui KRI Semarang-594 menuju Labuan Bajo dan diperkirakan tiba di Labuan Bajo pada 7 September 2026.
“Total keseluruhan dukungan yang dikirimkan adalah 113 ton dengan logistik yang dikirimkan antara lain kebutuhan dasar seperti makan, minum, sembako, dan peralatan penjernih air,” ujarnya.
Seiring kondisi di wilayah terdampak yang mulai membaik, pola penyaluran bantuan juga akan disesuaikan. Bantuan dari donatur, pemangku kepentingan, dan masyarakat tetap disalurkan ke wilayah terdampak setelah diterima.
Mulai Senin, 7 September 2026, Pos Pendukung Logistik Nasional juga akan memindahkan lokasi penerimaan bantuan dari Halim Perdanakusuma ke Gedung Logistik dan Peralatan BNPB di Jatiasih, Bekasi. Perubahan lokasi tersebut berlaku untuk bantuan dari masyarakat, kementerian/lembaga, dunia usaha, maupun perorangan.