Siswa SDI Jarak, Desa Golo Mori, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, belajar di bawah pohon. (Metro TV/ Marianus Marselus)
126 Siswa SD Terdampak Gempa di Manggarai Barat Belajar di Bawah Pohon
Metro TV • 4 September 2026 18:03
Manggarai Barat: Sebanyak 126 siswa SDI Jarak, Desa Golo Mori, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, terpaksa belajar di bawah pohon setelah bangunan sekolah rusak akibat gempa bumi pada 15 Agustus lalu.
Pihak sekolah kini mengupayakan tenda tambahan agar setiap rombongan belajar dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan lebih efektif, aman, dan nyaman.
"Untuk sementara kami buat tenda cuman satu, sedangkan yang lainnya masih tenda-tenda darurat saja yang kami sekat menggunakan terpal atau baliho di bawah pohon-pohon rindang," kata Kepala Sekolah SDI Jarak, Hermelinda Lidi, di Manggarai Barat, Jumat, 4 September 2026.
Baca Juga :
Bangunan Sekolah Rusak Berat Pascagempa NTT, Siswa MTsN 2 Manggarai Barat Semangat Belajar di Tenda
Tenda sementara diharapkan menjadi solusi selama bangunan sekolah masih rusak. Dengan begitu, para siswa dapat tetap belajar dalam kondisi yang lebih layak.
Hingga kini, sekolah hanya memiliki satu tenda darurat. Sementara itu, kegiatan belajar mengajar lainnya berlangsung di ruang terbuka.

Siswa SDI Jarak, Desa Golo Mori, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, belajar di bawah pohon. (Metro TV/ Marianus Marselus)
Sebelumnya, kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring. Namun, banyak siswa tidak memiliki telepon seluler sehingga kesulitan mengikuti pembelajaran.
"Selama ini kami melaksanakan kegiatan belajar mengajar selama dua minggu secara daring. Namun, pembelajaran tidak berjalan optimal karena beberapa anak tidak memiliki HP, sehingga kami memutuskan untuk kembali melaksanakan KBM di sekolah,"
Dengan hanya satu tenda darurat, kegiatan belajar mengajar tatap muka dilakukan secara bergantian untuk dua rombongan belajar setiap hari. Sementara siswa dan guru lainnya harus mengikuti pembelajaran di bawah pohon.
Meski dengan keterbatasan fasilitas, kegiatan belajar mengajar tetap berjalan agar pendidikan anak-anak tidak terhenti. (Marianus Marselus)