Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin. Foto: Metrotvnews.com/Afifah Alfina.
Menkes Targetkan Mayoritas Warga Berasuransi
Metro TV • 3 September 2026 20:17
Jakarta: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mendorong peningkatan kepemilikan asuransi kesehatan masyarakat hingga 90 persen. Hal ini demi menciptakan sistem pembiayaan medis yang lebih efisien dan terjangkau di Indonesia.
“Kita ingin 80 persen sampai 90 persen persen dari belanja kesehatan seluruh individu yang ada di Indonesia kalau bisa melalui asuransi. Karena itu akan membuat lebih murah secara sistem, tapi juga lebih nyaman bagi para anggota masyarakat,” kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat ditemui di Kantor Kemenkes, Jakarta Pusat, Rabu, 3 September 2026.
Baca Juga :
“Pembiayaan kesehatan (nasional) tuh sekitar Rp640 triliun per tahun belanja kesehatan, yang di-cover oleh asuransi belum sampai setengahnya,” ujar Budi.
Untuk mengejar target tersebut, Budi berharap masyarakat dapat memanfaatkan berbagai skema perlindungan kesehatan, baik BPJS Kesehatan milik pemerintah maupun asuransi komersial swasta.
Guna mempercepat perluasan jangkauan layanan, Kemenkes bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjalin kerja sama strategis dengan lima perusahaan asuransi swasta dan enam jaringan rumah sakit swasta. Perusahaan asuransi yang terlibat meliputi PT AIA Financial, PT Asuransi BRI Life, PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia, PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia Syariah, dan PT Asuransi Jiwa BCA.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (tengah). Foto: Metrotvnews.com/Afifah Alfina.
Sementara itu, mitra jaringan rumah sakit yang bergabung, yakni Primaya Hospital Group, Hermina Hospital Group, Siloam Hospital Group, Rumah Sakit Kasih Group, Rumah Sakit Sentra Medika Group, dan Rumah Sakit Dinda Tangerang.
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono, menyatakan pihaknya mendukung penuh percepatan tersebut dengan mematok target peningkatan porsi asuransi swasta secara signifikan dalam jangka panjang.
“Pak Menteri tadi sampaikan, dalam jangka panjang dari seluruh pengeluaran kesehatan nasional kita, asuransi komersial itu yang sekarang hanya lima persen kurang lebih, itu (bisa) meningkat sampai sekurang-kurangnya 20 persen dalam jangka panjang,” terang Ogi.
(Metrotvnews.com/Afifah Alfina)