Kemitraan Ketenagakerjaan Indonesia–Malaysia Diperkuat Lewat EBM 2026

Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani.

Kemitraan Ketenagakerjaan Indonesia–Malaysia Diperkuat Lewat EBM 2026

Siti Yona Hukmana • 12 September 2026 22:21

Jakarta: Kemitraan ketenagakerjaan Indonesia-Malaysia diperkuat lewat Employment Business Matching (EBM) Malaysia–Indonesia 2026. Kegiatan ini bagian dari dukungan terhadap program Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) dalam memperluas kesempatan kerja di luar negeri. 

“Malaysia pasar terdekat dan terbesar bagi pekerja Indonesia,” kata Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (Apjati) Said Saleh Alwaini dalam keterangan tertulis, Sabtu, 12 September 2026.

Malaysia menjadi negara ke-8 penyelenggaraan EBM oleh Apjati. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini dihadirkan untuk mendorong praktik rekrutmen yang aman, etis, profesional, dan berkelanjutan. Sebab, Said mengatakan banyak pekerja tidak resmi masuk ke Malaysia. 

"Cara melawannya bukan menambah aturan, tetapi memperbanyak jalur yang benar dan mempermudahnya. Itulah fungsi EBM," ujar Said.

Said melanjutkan EBM diarahkan untuk membuka akses lebih luas bagi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) terhadap peluang kerja dan pengembangan karier di pasar internasional. Melalui jaringan P3MI dan mitra usaha di negara penempatan, Apjati siap berkontribusi menjembatani kompetensi lulusan SMK dengan kebutuhan nyata dunia usaha global.

Apjati membawa delegasi 74 perwakilan dari 44 Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) berizin. Delegasi turut diperkuat kehadiran Dewan Pengurus Daerah (DPD) Apjati dari Sumatra Utara, Nusa Tenggara Barat, Sumatra Barat, Lampung, Jawa Barat, Palembang, Sulawesi, dan Kepulauan Riau.

Pada hari pertama kegiatan, Apjati memprakarsai kolaborasi dengan Pertubuhan Kebangsaan Sumber Manusia Malaysia (Pusma) yang dipimpin Presiden Siti Zarina Ismail. Kegiatan ini mempertemukan 58 peserta dari 40 agensi anggota Pusma dengan delegasi Apjati. 

Employment Business Matching (EBM) Malaysia–Indonesia 2026 di Kuala Lumpur. Foto: Istimewa.

Pada hari kedua, memperluas jangkauan forum dengan menghadirkan 40 perusahaan Malaysia yang diwakili 50 peserta. Sehingga, membuka ruang pertemuan bisnis dan penjajakan kerja sama secara langsung antara P3MI, anggota Apjati, dan mitra usaha Malaysia.

Penyelenggaraan EBM mendapat dukungan Pemerintah Indonesia melalui Perwakilan RI di Malaysia. Turut hadir Duta Besar RI untuk Malaysia Raden Dato’ Mohammad Iman Hascarya; Deputy Chief of Mission Danang Waskito; Atase Tenaga Kerja Adhitya Himawan beserta tim KBRI Kuala Lumpur; Konsul Konsuler KJRI Penang Nelvy Meilia Syah; serta Pelaksana Fungsi Konsuler KJRI Johor Bahru Leny Marliani.

Rangkaian kegiatan mencakup dialog antara pemerintah, asosiasi, dan pelaku usaha, pengenalan Sistem Pelayanan Pekerja Migran Indonesia Terintegrasi (SiPermit) oleh KBRI Kuala Lumpur, pemaparan program jaminan sosial oleh BPJS Ketenagakerjaan, serta sesi business matching yang mempertemukan langsung pelaku usaha kedua negara.

Forum ini tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan jejaring bisnis, tetapi juga memetakan kebutuhan tenaga kerja Malaysia yang dapat diselaraskan dengan kompetensi tenaga kerja Indonesia, termasuk lulusan SMK. 

Dengan demikian, EBM diharapkan dapat menjadi salah satu jembatan konkret dalam mendukung implementasi SMK Go Global, dari kesiapan kompetensi hingga terbukanya peluang penempatan kerja internasional yang aman dan sesuai prosedur.

(Siti Yona Hukmana)