Disparbud Garut Perbaiki Sistem Parkir Destinasi Wisata Cipanas

Wisata pemandian air panas Cipanas, Garut, Jawa Barat. (wisatajabar.com)

Disparbud Garut Perbaiki Sistem Parkir Destinasi Wisata Cipanas

Silvana Febiari • 28 July 2026 17:44

Garut: Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut, Jawa Barat, memperbaiki sistem pengelolaan parkir kendaraan di destinasi wisata pemandian air panas Cipanas. Langkah ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas keluhan wisatawan terkait pungutan parkir.

"Itu yang sedang kami diskusikan, supaya nanti pengelolaan parkir ini juga lebih komprehensif," kata Kepala Disparbud Kabupaten Garut, Beni Yoga Gunasantika, dilansir dari Antara, Selasa, 28 Juli 2026. 

Destinasi wisata Cipanas Garut merupakan salah satu wisata unggulan yang selama ini menjadi ikon Garut. Lokasinya di Kecamatan Tarogong Kaler atau tidak jauh dari kawasan jalan raya atau perkotaan Garut.
 


Salah satu destinasi wisata di kawasan tersebut adalah pemandian air panas Cipanas Indah. Saat ini, pengelolaan objek wisata itu telah diserahkan pemerintah kepada pihak ketiga.

Pihaknya menerima laporan adanya keluhan wisatawan terkait retribusi parkir di kawasan tersebut. Oleh karena itu, pengelola akan dipanggil untuk membahas dan menindaklanjuti persoalan tersebut.

Meski destinasi wisata Cipanas Garut pengelolaannya oleh swasta, pemerintah tetap berharap standar kualitas pelayanan kepada pengunjung tetap terjaga. Termasuk masalah parkir di tempat wisata harus ditata lebih baik, kemudian pemberlakuan retribusinya bisa lebih jelas sehingga tidak menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengunjung.

Menurut dia, segala sesuatu yang tidak baik di kawasan wisata tentunya akan berdampak buruk terhadap citra pariwisata di Garut, termasuk juga pemerintah daerah. "Makanya ini juga jadi perhatian kita semua untuk perbaikan pengelolaan ke depan," ungkapnya.


Kepala Disparbud Kabupaten Garut, Beni Yoga Gunasantika. ANTARA/Feri Purnama.


Sebelumnya, viral di media sosial video keluhan wisatawan yang membawa mobil ke kawasan wisata Cipanas Garut. Wisatawan mengaku telah membayar tiket masuk kendaraan sebesar Rp10.000, namun saat hendak keluar kembali diminta membayar parkir Rp5.000 tanpa menerima tiket.

Keluhan terkait retribusi parkir juga disampaikan oleh wisatawan asal Bandung. Ia menceritakan pengalaman serupa saat berkunjung ke kawasan wisata Cipanas Garut.

Wisatawan yang membawa kendaraan roda empat mengaku telah membayar tiket resmi dengan tarif Rp10.000 sesuai yang tertera pada tiket. Saat hendak pulang, wisatawan kembali diminta membayar parkir tanpa diberikan tiket.

"Di gerbang masuk bayar tiket Rp10.000, terus nanti pulangnya ada orang datang minta uang parkir, katanya karena sudah jagain mobil," kata Helmi, salah seorang wisatawan asal Bandung.

(Silvana Febiari)