Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait dan Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) Dony Oskaria dalam konferensi pers di Jakarta. Foto: ANTARA/Aji Cakti.
Pemerintah Siapkan 300 Rusun untuk Warga Bantaran Rel KA Senen
Fachri Audhia Hafiez • 1 April 2026 18:32
Jakarta: Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menargetkan pembangunan Rumah Susun (Rusun) di lahan milik PT Angkasa Pura, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, rampung pada pertengahan tahun depan. Hunian sebanyak 300 unit tersebut diperuntukkan khusus bagi warga yang selama ini tinggal di kawasan bantaran rel kereta api (KA) Senen.
"Kita tidak bicara mulainya, kita bicara selesainya. Selesainya tanggal 15 Juni 2026 di lahan yang berlokasi di Jalan Kramat Raya, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, yang mana itu tanahnya milik Angkasa Pura. Jadi saya bicaranya ada 300 unit. Jadi kita bicara selesainya saja," ujar Maruarar di Jakarta, dilansir Antara, Rabu, 1 April 2026.
Pria yang akrab disapa Ara ini menjelaskan, selain di lahan Angkasa Pura, pemerintah juga akan membangun 500 unit hunian tambahan di kawasan Tanah Abang menggunakan lahan milik PT Kereta Api Indonesia (Persero).
Proyek ini pun ditargetkan selesai serentak pada 15 Juni 2026 guna menekan angka backlog perumahan di Jakarta yang masih sangat besar.
"Jadi ini adalah model pekerjaan baru yang saya rasa diinisiasi oleh Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) Bapak Dony Oskaria yang bukan bicara mulainya kapan, tapi selesainya kapan. Jadi ini suatu kepastian yang luar biasa," tegas Ara.
Kepala BP BUMN Dony Oskaria menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh program Presiden RI melalui pemanfaatan aset-aset BUMN yang selama ini tidak produktif. Saat ini, pihaknya tengah melakukan pemetaan (mapping) aset di berbagai kota besar yang membutuhkan pembangunan perumahan rakyat secara cepat.
"Untuk aset-aset yang tadinya tidak termanfaatkan dengan baik tentu akan kita berikan semaksimal mungkin bisa dinikmati oleh masyarakat. Tadi sudah dihasilkan dari rapat bahwa ada tanah dari Angkasa Pura, ada juga dari Kereta Api akan kita bangunkan hunian buat saudara-saudara kita," ungkap Dony.
Dony menambahkan bahwa program ini berjalan atas arahan langsung dari Menteri PKP dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya. Sinergi antara pemerintah pusat, BUMN, dan Pemprov DKI Jakarta diharapkan dapat mempercepat proses perizinan sehingga konstruksi tidak menemui kendala berarti.
Sebelumnya, Menteri Ara telah meninjau lahan seluas 1,61 hektare di Kramat Raya pada Minggu, 29 Maret 2026. Proyek strategis ini merupakan langkah nyata relokasi warga dari area berisiko di pinggir rel menuju hunian yang lebih layak dan manusiawi di pusat kota.