Warga Terdampak Longsor Tempur Jepara Mulai Terserang Penyakit

Pemeriksaan dokter spesialis bedah RS dr Rehatta di salah satu warga Tempur. Metrotvnews.com/ Rhobi Shani.

Warga Terdampak Longsor Tempur Jepara Mulai Terserang Penyakit

Rhobi Shani • 14 January 2026 12:53

Jepara: Warga terdampak bencana longsor di Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, mulai mengeluhkan berbagai gangguan kesehatan. Tim medis pun diterjunkan untuk memberikan layanan pengobatan kepada warga yang terdampak bencana hidrometeorologi tersebut.

Longsor yang terjadi sejak Kamis, 9 Januari 2026, sempat membuat Desa Tempur terisolasi. Akses jalan dan aliran listrik terputus, sehingga aktivitas warga dan layanan dasar terganggu.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Pemerintah Kabupaten Jepara kemudian membuka layanan cek kesehatan gratis serta program spesialis keliling (speling) bagi warga terdampak. Puluhan tenaga kesehatan dari RS dr. Rehatta Kelet dan Puskesmas Keling dikerahkan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan sejak Selasa hingga Kamis, 13–15 Januari 2026.

Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi, didampingi Bupati Jepara, Witiarso Utomo, meninjau langsung lokasi bencana longsor di Desa Tempur Kabupaten Jepara. Metrotvnews.com/ Humas Pemprov Jateng.

Kepala Bidang Keperawatan RS dr. Rehatta Kelet, Joko Winarno, mengatakan sebanyak 105 warga telah memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan pada hari pertama. Keluhan yang paling banyak dialami warga berkaitan dengan gangguan pernapasan dan penyakit umum pascabencana.

"Ini rata-rata (sakit) batuk, pilek, infeksi saluran pernafasan (ISPA), hipertensi, diabetes, dan pegal-pegal," beber Joko, Rabu, 14 Januari 2026.

Menurut Joko, pasien yang berobat didominasi oleh kalangan lanjut usia, disusul anak-anak. Selain pelayanan di pos kesehatan, tim medis juga melakukan penanganan jemput bola terhadap warga dengan kondisi darurat.

Ia menuturkan, salah satu kasus gawat darurat yang ditemukan adalah ileus obstruksi atau penyumbatan usus yang harus segera dirujuk dan ditangani di rumah sakit.

Selain itu, RS dr. Rehatta juga melakukan kontrol langsung ke rumah warga, khususnya pasien yang seharusnya menjalani kontrol rutin ke rumah sakit namun terkendala akses akibat longsor.

"Kegiatan ini memudahkan akses kesehatan terutama bagi mereka jadwal kontrol tapi terdampak akses (longsor) kan bisa kontrol di sana," ungkap Joko.

Joko mengimbau masyarakat di wilayah terdampak longsor untuk tetap menjaga kondisi fisik dan mental di tengah situasi pascabencana.

"Pesannya agar warga tidak stres dan terus waspada menjaga kesehatan. Makan dan minum teratur," beber Joko.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)