BPBD Tangerang Minta Helikopter Water Bombing Padamkan Kebakaran TPA Jatiwaringin

Kebakaran di TPA Jatiwaringin, Mauk, Kabupaten Tangerang.

BPBD Tangerang Minta Helikopter Water Bombing Padamkan Kebakaran TPA Jatiwaringin

Hendrik Simorangkir • 30 June 2026 18:35

Tangerang: Kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, hingga kini belum berhasil dipadamkan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tangerang telah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana untuk mendatangkan helikopter penyiram air guna mempercepat proses pemadaman.

Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Ahmad Taufik, mengungkapkan meskipun koordinasi dengan BNPB telah dilakukan, pihaknya akan terus memantau dan mengoptimalkan penanganan di lokasi kebakaran.

"Saya sudah berupaya ke BNPB untuk membantu mendatangkan helikopter, penyemprotan api dari atas," ujar Ahmad Taufik, Selasa, 30 Juni 2026.

Taufik menuturkan, permintaan bantuan helikopter ke BNPB diajukan lantaran petugas menghadapi kesulitan di lokasi titik api yang sulit diakses kendaraan pemadam kebakaran.

"Minta bantuan helikopter, karena dengan kondisi yang kesulitan armada kami untuk mendekat api. Iya itu untuk mempercepat, kita minta bantuan ke BNPB," kata Taufik.

 



Menurut Taufik, kondisi cuaca panas saat ini memicu munculnya asap dari tumpukan sampah yang telah bertahun-tahun mengandung gas metan. Akumulasi panas yang tinggi kemudian memicu api dan merambat ke lokasi-lokasi lain di sekitar TPA.

"Apabila sudah panas yang begitu tinggi, maka dari tumpukan sampah itu keluarlah asap. Lama-lama ini kan menjadi api dan terus-menerus merambat ke lokasi-lokasi yang lain," jelas Taufik.

Berdasarkan pantauan di lokasi, asap pekat putih masih membumbung tinggi hingga mengarah ke permukiman warga sekitar. Para petugas pemadam kebakaran terus berupaya menjinakkan api agar tidak meluas ke tumpukan sampah lainnya.

BPBD Kabupaten Tangerang menerjunkan 10 unit mobil pemadam kebakaran ke lokasi kebakaran. Selain itu, sebanyak 30 hingga 40 personel dikerahkan untuk membantu proses pemadaman, ditambah mobil-mobil pengangkut air.

"Kami kerahkan saat ini kurang lebih 10 unit armada pemadam kebakaran, serta diterjunkan sekitar 30-40 personel, dan penambahan mobil-mobil yang mengangkut air," ujar Taufik.

Taufik mengakui, embusan angin kencang yang menimbulkan asap pekat di lokasi menjadi faktor utama kesulitan petugas menjangkau titik api. Selain itu, tumpukan sampah yang menggunung juga menyulitkan akses kendaraan pemadam, meskipun selang air telah dipasang dengan panjang yang cukup.


Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Sukadiri, Kabupaten Tangerang kebakaran. (Dok: Pusdalops BPBD Kabupaten Tangerang)

"Angin kencang ya, sehingga personel kami agak kesulitan untuk masuk mendekati ke lokasi objek lokus api. Kendaraan juga sulit untuk menjangkau ke titik api, meski selang sudah cukup panjang," kata Taufik.

Taufik menuturkan, saat ini belum ada perlakuan khusus yang dilakukan dalam proses pemadaman di TPA Jatiwaringin. Pihaknya masih menggunakan air biasa untuk memadamkan api.

"Kami menggunakan air biasa saja sementara ini, karena memang seperti gambut, di atas tidak ada api tapi di bawah ada asap, ada gas metan," jelas Taufik.

Taufik menambahkan, pihaknya tengah berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan terkait kemungkinan evakuasi warga sekitar TPA Jatiwaringin. Ia berharap kebakaran tidak mengganggu aktivitas masyarakat, terutama yang berkaitan dengan gangguan pernapasan akibat asap.

"Mudah-mudahan tidak mengganggu aktivitas masyarakat, terutama pernapasan. Kalau memang harus dievakuasi, kita lakukan," jelas Taufik.

BPBD Kabupaten Tangerang masih terus memantau perkembangan situasi di lokasi kebakaran. Pihaknya juga mempertimbangkan untuk meminta bantuan unit pemadam kebakaran dari kota-kota yang berdekatan apabila diperlukan.

"Kita lihat situasi sementara ini. Tetapi kalau unitnya sama, sebetulnya mobilnya sudah cukup sebetulnya, hanya medannya yang sulit untuk dijangkau ke sana," kata Taufik.

(Whisnu M)