Gerakan Pilah Sampah Dinilai Sejalan dengan Nilai Luhur Pahlawan

Budayawan dan Sejarawan JJ Rizal (kedua kanan) dalam diskusi bertajuk Chit-Chat "Menuju 5 Abad". Foto: Metrotvnews.com/Richard Alkhalik.

Gerakan Pilah Sampah Dinilai Sejalan dengan Nilai Luhur Pahlawan

Richard Alkhalik • 10 May 2026 19:00

Jakarta: Gerakan kepedulian lingkungan dan pemilahan sampah yang tengah digalakkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sejatinya memiliki ikatan historis yang kuat dengan pahlawan.

Budayawan dan Sejarawan JJ Rizal mengungkapkan, merawat kebersihan di kawasan elite ini sama halnya dengan merawat visi dan nilai luhur yang diwariskan oleh sang tokoh pahlawan nasional yaitu, HR Rasuna Said.

Hal tersebut diungkapkan Rizal dalam diskusi bertajuk Chit-Chat "Menuju 5 Abad" yang merupakan salah satu dari rangkaian acara deklarasi Gerakan Pilah Sampah dan Pencanangan HUT ke-499 Kota Jakarta yang digelar di kawasan Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, pada Minggu, 10 Mei 2026.

Ia menyoroti latar belakang Rasuna Said sebagai sosok perempuan terpelajar yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kebersihan atau resik.

"Karena ini Rasuna Said kan seorang ibu ya dan ibu yang dibesarkan dalam didikan Islam dan pendidikan kolonial Belanda. Dua-duanya kenal kata resik," ungkap Rizal.

Menurut Rizal, jika kawasan yang menyandang nama besar tokoh tersebut dibiarkan kotor dan dipenuhi sampah, maka secara tidak langsung masyarakat telah mencederai dan durhaka terhadap warisan nilai dari sosok sang pahlawan tersebut.
 

Baca juga: Jalan Rasuna Said Bertransformasi Jadi Ruang Publik yang Inklusif Bagi Anak Muda


(Ilustrasi. Foto: Pexels)
 

Hidupkan semangat yang dicita-citakan Ali Sadikin


Rizal memaparkan sejarah di balik penamaan jalan protokol tersebut oleh Gubernur DKI Jakarta era 1966-1977 yaitu Ali Sadikin. Di tengah deretan nama jalan utama ibu kota yang didominasi oleh tokoh laki-laki, penyematan nama tokoh perempuan di kawasan Kuningan ini memiliki tujuan filosofis tersendiri.

"Jadi waktu Bang Ali ngasih nama jalan ini ya, selesai di tahun 1970-an, pertengahan dia tuh mengharapkan sebenarnya ada sikap feminin, sifat feminin, sifat yang seorang ibu yang ngurus, ngerawat ruang dalem kita tuh, keluarga," papar Rizal.

Oleh karena itu, Rizal menilai inisiatif pemerintah dan masyarakat dalam menggalakkan kampanye kebersihan dan pemilahan sampah di ibu kota merupakan langkah penting untuk mengembalikan karakter luhur kawasan tersebut.

"Nah, jadi menurut saya gerakan pilah sampah ini itu sebenarnya memulihkan semangat yang awalnya dicanangkan oleh Bang Ali ketika pilih nama Ibu Rasuna Said ini," papar RIzal.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)