Ilustrasi. Foto: dok MI.
IHSG Turun 0,76% di Pagi Awal Pekan
Husen Miftahudin • 11 May 2026 09:41
Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pagi awal pekan ini mengalami penurunan. Pada pembukaan perdagangan hari ini, Senin, 11 Mei 2026, IHSG berada di posisi 6.959,943.
Mengacu data RTI yang terekam hingga pukul 09.34 WIB, IHSG langsung turun sebanyak 52,930 poin setara 0,76 persen ke level 6.916,465.
Adapun sebanyak 452 saham emiten melemah pada perdagangan pagi ini. Sementara, 179 saham lainnya menguat dan 101 saham stagnan.
Untuk sementara, total transaksi yang tercatat hingga pukul 09.34 WIB sebanyak Rp4,870 triliun dengan total saham yang diperdagangkan 10,065 miliar saham.
| Baca juga: Pasar Saham Asia Diburu Investor Global |
.jpg)
(Ilustrasi pergerakan saham pada IHSG. Foto: Medcom.id)
IHSG berpotensi short term teknikal rebound
Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman mengatakan IHSG berpotensi short term teknikal rebound hari ini ke 7.070-7.130, tapi gunakan untuk sell on high karena IHSG masih rentan kembali koreksi. "Diperkirakan support IHSG 6.650-6.850 dan resist IHSG 7070-7130," ungkap Fanny dalam analisis hariannya.
IHSG pada perdagangan sebelumnya, Jumat, 8 Mei 2026, ditutup turun 2,86 persen, disertai dengan net sell asing sebesar Rp485 miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BMRI, BUMI, BREN, ADRO, dan DSSA.
Sementara itu, indeks utama Wall Street ditutup menguat pada akhir perdagangan Jumat, 8 Mei 2026, didorong oleh kenaikan saham Nvidia, Sandisk, dan saham terkait AI lainnya, selain itu laporan pekerjaan yang menguat dari perkiraan menunjukkan ketahanan pasar tenaga kerja. Indeks S&P 500 tercatat naik 0,84 persen, Nasdaq menguat 1,71 persen, dan Dow Jones Industrial Average naik tipis 0,02 persen.
Di sisi lain, mayoritas Bursa Asia kompak turun dari rekor tertinggi pada Jumat, 8 Mei 2026, disebabkan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah kembali memunculkan kekhawatiran, menguji ketahanan rally pasar saham baru-baru ini. Di Jepang, indeks Nikkei 225 turun 0,19 persen, dan Topix melemah 0,29 persen. Sedangkan di Korea Selatan, indeks Kospi naik 0,11 persen, dan Kosdaq menguat 0,71 persen. Sementara itu, Hang Seng Hong Kong turun 0,87 persen, Taiex Taiwan turun 0,79 persen, CSI 300 China melemah 0,58 persen, dan ASX Australia 200 turun 1,51 persen.