Dua Rafflesia Arnoldii Mekar di Hutan Palupuh Agam, Wisatawan Berdatangan

Bunga Rafflesia kembali ditemukan mekar sempurna di hutan Gaduangbeo, Nagari Saniangbaka, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, Sumatera Barat (ANTARA/HO-Dokumen Pribadi)

Dua Rafflesia Arnoldii Mekar di Hutan Palupuh Agam, Wisatawan Berdatangan

Lukman Diah Sari • 9 May 2026 17:52

Lubuk Basung: Sebanyak dua individu bunga rafflesia jenis Arnoldii mekar sempurna secara bersamaan di kawasan hutan Palupuh, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Sumatra Barat. Pegiat Wisata Palupuh Joni Hartono mengatakan bunga raflesia mekar pada hari ketiga dan ketujuh.

"Bunga rafflesia mekar hari ketujuh sudah berwarna hitam dan beberapa hari lagi bakal layu," kata Joni di Lubuk Basung, Sabtu, 9 Mei 2026, melansir Antara.

Ia mengatakan bunga langka dan dilindungi itu mekar di kawasan hutan Palupuh dengan jarak sekitar 50 meter antar-bunga tersebut. Keberadaan bunga menjadi daya tarik bagi wisatawan mancanegara dari Belanda, Prancis, dan lainnya.

"Ada 40 wisatawan mancanegara berkunjung ke dua bunga rafflesia tersebut," ungkap dia.

Bunga Rafflesia kembali ditemukan mekar sempurna di hutan Gaduangbeo, Nagari Saniangbaka, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, Sumatera Barat (ANTARA/HO-Dokumen Pribadi)

Saat ini masih banyak knop atau bonggol bunga rafflesia yang bakal mekar dalam beberapa minggu lagi.

"Masih ada yang bakal mekar dalam waktu dekat. Selama Januari sampai 9 Mei 2026, enam bunga rafflesia yang mekar," jelas dia.

Kepala Resor Konservasi Wilayah II Maninjau Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar Ade Putra mengatakan banyak ditemukan individu bunga rafflesia, bunga rhizanthes, dan bunga bangkai di kawasan Palupuh.

"Bunga rafflesia hampir setiap tahun mekar sempurna di lokasi tersebut," katanya.

Di Kecamatan Palupuh, ada kawasan Cagar Alam Batang Palupuh dengan luas area 3,4 hektare. Lokasi ini merupakan kawasan konservasi flora langka, khususnya rafflesia arnoldi, yang pertama kali ditemukan pada 1930.

Sejak ditemukan bunga langka di lokasi tersebut, kawasan itu kemudian ditetapkan sebagai Cagar Alam Batang Palupuh oleh Pemerintah Belanda lewat Gubernur Besluit No 3 STBL No 402 pada 14 November 1930.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)