SPMB Jatim 2026: 54.056 Calon Murid Diterima, Tahap Kedua Dibuka 17 Juni

Seorang siswa saat melakukan pengambilan PIN SPMB Jawa Timur 2026 di salah satu sekolah beberapa waktu lalu. ANTARA/HO-Dinas Pendidikan Jatim.

SPMB Jatim 2026: 54.056 Calon Murid Diterima, Tahap Kedua Dibuka 17 Juni

Lukman Diah Sari • 14 June 2026 23:52

Surabaya: Sebanyak 54.056 calon murid baru diterima melalui jalur domisili pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jawa Timur 2026 tahap pertama. Mereka terdiri atas 40.786 calon murid SMA Negeri dan 13.270 calon murid SMK Negeri dari total 213.066 pendaftar.

“Selamat kepada calon murid SMA dan SMK yang diterima di tahap 1. Terus tingkatkan prestasi terbaik kalian,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai di Surabaya, Minggu, 14 Juni 2026, melansir Antara.

Pendaftaran SPMB Jatim 2026 tahap pertama melalui jalur domisili untuk SMA dan SMK resmi ditutup pada 12 Juni 2026 pukul 21.00 WIB. Pada tahap ini tercatat 111.144 pendaftar SMA dan 101.922 pendaftar SMK.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan Jawa Timur, sebanyak 31.443 calon murid SMA dan 10.506 calon murid SMK diterima pada pilihan sekolah pertama yang diajukan.

Aries menjelaskan seleksi jalur domisili tahun ini tidak lagi semata-mata berdasarkan jarak tempat tinggal ke sekolah. Seleksi mengutamakan nilai akhir yang merupakan gabungan nilai rapor dan Tes Kemampuan Akademik (TKA), kemudian mempertimbangkan jarak domisili, usia, serta waktu pendaftaran.

Menurut Aries, calon murid yang belum diterima pada tahap pertama masih memiliki kesempatan mengikuti tahapan berikutnya.

“Masih ada tahap 2 melalui jalur afirmasi, prestasi hasil lomba, dan mutasi. Selain itu juga terdapat tahap 3 dan tahap 4 melalui jalur prestasi nilai akademik untuk SMA maupun SMK,” ungkap dia.

Dinas Pendidikan Jawa Timur juga mencatat masih terdapat pagu yang belum terpenuhi di 284 SMA Negeri dan 47 SMK Negeri. Kekurangan kuota tersebut akan diisi melalui mekanisme pemenuhan kuota setelah tahap 3 untuk SMA dan setelah tahap 4 untuk SMK.

Ilustrasi Pexels

Dalam mekanisme tersebut, seleksi mengikuti ketentuan jalur prestasi nilai akademik. Calon murid dapat memilih tiga sekolah untuk SMA atau tiga konsentrasi keahlian untuk SMK.

Peserta kemudian diperingkat berdasarkan nilai kemampuan akademik, jarak terdekat, rata-rata nilai TKA, rata-rata nilai rapor, serta waktu pendaftaran.

Dinas Pendidikan Jawa Timur akan membuka pendaftaran tahap kedua pada 17-18 Juni 2026 melalui jalur afirmasi, prestasi hasil lomba, dan mutasi. Untuk SMA, kuota afirmasi meliputi keluarga tidak mampu 13 persen, anak buruh dari keluarga tidak mampu lima persen, penyandang disabilitas 5 persen, serta afirmasi nilai akademik keluarga tidak mampu tujuh persen.

Sementara itu, kuota afirmasi untuk SMK meliputi keluarga tidak mampu tujuh persen, anak buruh dari keluarga tidak mampu lima persen, dan penyandang disabilitas tiga persen.

Jalur mutasi terdiri atas mutasi anak guru dan tenaga kependidikan dua persen serta mutasi tugas orang tua atau wali tiga persen. Adapun jalur prestasi hasil lomba terbagi menjadi prestasi nonakademik tiga persen dan prestasi akademik dua persen.

(Lukman Diah Sari)