Arsip foto - Warga Desa Notog, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mengambil bantuan air bersih yang didistribusikan oleh petugas BPBD Kabupaten Banyumas. ANTARA/HO-BPBD Banyumas
Terdampak Kekeringan, Dua Wilayah di Banyumas Ajukan Bantuan Air Bersih
Silvana Febiari • 10 June 2026 15:58
Purwokerto: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menerima pengajuan bantuan air bersih dari dua wilayah yang mulai terdampak kekeringan. Kondisi tersebut terjadi seiring berkurangnya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banyumas Dwi Irawan Sukma mengatakan dua wilayah tersebut yakni Desa Tamansari, Kecamatan Karanglewas; dan Kelurahan Sokanegara, Kecamatan Purwokerto Timur.
"Tadi pagi sudah ada dua laporan yang masuk, Desa Tamansari dan Kelurahan Sokanegara," kata Dwi, dilansir dari Antara, Rabu, 10 Juni 2026.
Kendati demikian, dia mengatakan BPBD tidak serta merta menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah yang telah mengajukan permohonan bantuan. Dalam hal ini, pihaknya melakukan survei lapangan untuk memastikan kondisi di kedua wilayah tersebut sekaligus menginventarisasi kebutuhan bantuan yang diperlukan masyarakat.
Selain itu, petugas BPBD juga mendata kebutuhan tangki air dan volume pasokan yang diperlukan sebagai dasar penyaluran bantuan. "Untuk Tamansari dan Sokanegara masih disurvei dulu, termasuk kebutuhan tangki airnya juga sedang kami inventarisasi," ucapnya.
Ia mengatakan penyaluran bantuan air bersih berpeluang dilakukan dalam waktu dekat apabila hasil survei menunjukkan kebutuhan yang mendesak. Ia mengakui curah hujan di wilayah Banyumas mulai berkurang dan kondisi tersebut menjadi salah satu indikasi awal masuknya musim kemarau terutama di wilayah selatan.

Ilustrasi kekeringan. (MGN/Nur Soli)
Sementara wilayah utara Banyumas hingga kini masih sesekali diguyur hujan ringan. Kondisi ketersediaan air relatif lebih baik dibandingkan sejumlah wilayah di bagian selatan.
Oleh karena itu, kata dia, BPBD mulai meningkatkan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi kemungkinan bertambahnya wilayah terdampak kekeringan. Langkah tersebut difokuskan terutama di kawasan selatan Banyumas yang selama ini lebih rentan mengalami krisis air bersih saat musim kemarau.
"Curah hujan sudah mulai berkurang. Sudah ada tanda-tanda masuk musim kemarau, sehingga kami harus mulai melakukan persiapan," ungkapnya.
Terkait dengan hal itu, Dwi mengatakan BPBD Banyumas akan terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi sumber air masyarakat. Pemantauan ini dilakukan agar penanganan dapat segera dilakukan jika laporan kekeringan bertambah selama musim kemarau berlangsung.