Asap dari serangan AS dan Israel di Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026. (Anadolu Agency)
Tiongkok Desak Penghentian Segera Serangan AS-Israel ke Iran
Muhammad Reyhansyah • 1 March 2026 12:02
Beijing: Pemerintah Tiongkok menyerukan penghentian “segera” aksi militer Amerika Serikat (AS) dan Israel yang melancarkan serangan udara terhadap Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026.
Rangkaian serangan gabungan tersebut telah menewaskan sejumlah orang, termasuk pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Kementerian Luar Negeri Tiongkok menyatakan “keprihatinan tinggi” atas serangan tersebut dan menekankan pentingnya menghormati kedaulatan, keamanan, serta integritas teritorial Iran.
“Tiongkok menyerukan penghentian segera aksi militer, tidak ada eskalasi lebih lanjut dari situasi yang tegang, dimulainya kembali dialog dan negosiasi, serta upaya untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah,” demikian pernyataan kementerian tersebut melalui media sosial X, seperti dikutip Anadolu Agency, Minggu, 1 Maret 2026..
Hari ini, Kedutaan Besar Tiongkok di Israel menyarankan warganya untuk segera mengungsi ke area lebih aman atau meninggalkan negara tersebut menuju Mesir, menyusul serangan AS-Israel ke Iran yang menargetkan kemampuan militer dan menewaskan Khamenei.
Serangan tersebut merupakan bagian dari operasi militer besar AS-Israel yang memicu eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Sebagai respons, Iran dilaporkan meluncurkan serangan balasan ke wilayah Israel serta sejumlah negara Teluk, meningkatkan ketegangan regional secara signifikan.
Baca juga: 8 Pemimpin Iran yang Dibunuh AS-Israel, Termasuk Menhan dan Khamenei