Keberhasilan Jakarta Fair 2026 Cerminkan Ekonomi DKI Jakarta Positif

Ilustrasi Jakarta Fair. Foto: Antara.

Keberhasilan Jakarta Fair 2026 Cerminkan Ekonomi DKI Jakarta Positif

Anggi Tondi Martaon • 15 July 2026 15:44

Jakarta: Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Provinsi DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo, mengeklaim penyelenggaraan Jakarta Fair 2026 berhasil. Hal itu menandakan ekonomi Ibu Kota yang tetap terjaga.

Adapun nilai transaksi Jakarta Fair atau Pekan Raya Jakarta (PRJ) 2026 mencapai Rp8,2 triliun atau meningkat 12,3 persen dari 2025 yang mencapai sebesar Rp7,3 triliun. Sementara itu, jumlah pengunjung bertambah menjadi 6,1 juta orang, atau meningkat sekitar 1,7 persen dibandingkan pada tahun lalu sejumlah hampir 6 juta pengunjung.

"Tingginya nilai transaksi dan jumlah pengunjung Jakarta Fair menunjukkan bahwa daya beli masyarakat tetap terjaga, aktivitas perdagangan terus tumbuh, dan UMKM dapat menjadi penggerak utama ekonomi daerah," ucap Ratu dikutip dari Antara, Rabu, 15 Juli 2026.

Tak hanya itu, kinerja ekonomi makro Jakarta pada triwulan I 2026 tumbuh positif 5,59 persen (year-on-year). Capaian tersebut berkontribusi 16,67 persen terhadap perekonomian nasional.

Menurut Ratu, data-data ini mempertegas posisi Jakarta sebagai pusat ekonomi terbesar di tingkat nasional. Pada tahun ini, Jakarta Fair diketahui melibatkan lebih dari 1.800 stan dan 2.800 peserta, termasuk ratusan pelaku UMKM dan industri dari berbagai daerah di Indonesia.

Menurut Ratu, hasil tersebut menjadi pijakan bagi Dinas PPKUKM untuk memperkuat pelibatan UMKM pada penyelenggaraan Jakarta Fair pada masa mendatang. Upaya tersebut akan dilakukan melalui proses kurasi produk yang lebih komprehensif, peningkatan kualitas kemasan dan tampilan stan, serta penguatan promosi agar produk UMKM Jakarta semakin kompetitif.

"Kami ingin keikutsertaan UMKM di Jakarta Fair dapat membuka peluang usaha yang berkelanjutan. Karena itu, kami akan mendorong lebih banyak pertemuan bisnis antara UMKM dengan pembeli, distributor, investor, maupun mitra usaha agar kolaborasi," jelas Ratu.

Ilustrasi Jakarta Fair. Foto: MI.

Pihaknya akan terus melakukan pembinaan pascapameran melalui pelatihan pemasaran digital, peningkatan kapasitas usaha, fasilitasi akses pembiayaan, dan perluasan jejaring pemasaran.

"Pendampingan tersebut kami harap mampu membantu pelaku UMKM mengembangkan usahanya sekaligus meningkatkan daya saing produk UMKM di pasar," ungkap Ratu.

Ratu juga menyoroti penyelenggaraan Jakarta Fair tahun depan akan menjadi momentum yang istimewa. Sebab, bertepatan dengan peringatan 500 tahun Kota Jakarta.

Untuk itu ia menilai, perayaan tersebut menjadi kesempatan untuk menghadirkan Jakarta Fair yang lebih besar, inovatif, dan memberikan dampak ekonomi yang semakin luas.

"Kami berharap semakin banyak UMKM Jakarta yang dapat berpartisipasi dengan produk yang berkualitas dan berdaya saing. Momentum Jakarta 500 tahun harus menjadi langkah untuk memperkuat posisi UMKM sebagai pilar ekonomi kota sekaligus mendukung terwujudnya Jakarta sebagai kota global yang inklusif, inovatif, dan berdaya saing," papar Ratu

(Anggi Tondi)