Menlu Sugiono bersama Menlu Selandia Baru Winston Peters di Auckland, 28 Agustus 2026. (Kemlu RI)
Indonesia-Selandia Baru Bahas Kerja Sama Ketahanan Pangan dan Energi Terbarukan
Willy Haryono • 29 August 2026 09:09
Auckland: Indonesia dan Selandia Baru sepakat memperkuat kerja sama di sejumlah sektor prioritas, terutama ketahanan pangan dan energi terbarukan.
Komitmen tersebut dibahas dalam pertemuan ke-13 Joint Ministerial Commission (JMC) Indonesia–Selandia Baru yang dipimpin bersama Menteri Luar Negeri RI Sugiono dan Menteri Luar Negeri Selandia Baru Winston Peters di Auckland, Jumat, 28 Agustus 2026.
"Salah satu bidang yang strategis dalam hubungan Indonesia dan Selandia Baru adalah kerja sama di bidang ketahanan pangan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, anak-anak, dan generasi muda Indonesia," kata Menlu Sugiono, dalam keterangan di situs Kemlu RI.
Dalam pertemuan tersebut, kedua negara membahas sejumlah langkah konkret untuk memperkuat ketahanan pangan, termasuk meningkatkan produktivitas pertanian dan mengembangkan sektor peternakan sapi.
Indonesia dan Selandia Baru juga sepakat meningkatkan kapasitas di bidang energi terbarukan, khususnya energi panas bumi dan tenaga surya di Indonesia.
Perdagangan hingga Pendidikan
Kerja sama perdagangan turut menjadi pembahasan dalam pertemuan tersebut. Kedua negara membahas implementasi sertifikasi halal untuk mempermudah dan meningkatkan aktivitas ekspor-impor produk halal antara Indonesia dan Selandia Baru.Di sektor pendidikan, kedua negara sepakat memperluas peluang beasiswa bagi mahasiswa Indonesia, khususnya untuk bidang studi yang mendukung prioritas pembangunan nasional.
Menlu Sugiono dan Peters juga bertukar pandangan mengenai perkembangan berbagai isu regional dan global.
Indonesia dan Selandia Baru menegaskan komitmen untuk memperkuat kemitraan bilateral sekaligus berkontribusi terhadap stabilitas, perdamaian, dan kesejahteraan kawasan Indo-Pasifik.
Kedua negara akan mendorong kolaborasi melalui berbagai forum regional, termasuk ASEAN dan Pacific Islands Forum (PIF). Menlu Sugiono juga menyambut rencana Selandia Baru menjadi ketua PIF pada 2027 dan berharap kepemimpinan tersebut dapat berjalan sukses.
Persiapan 70 Tahun Hubungan Diplomatik
JMC merupakan mekanisme utama dialog bilateral Indonesia dan Selandia Baru untuk mengevaluasi perkembangan hubungan kedua negara sekaligus mengidentifikasi peluang kerja sama baru.Forum tersebut juga digunakan untuk memantau pelaksanaan Rencana Aksi Kemitraan Komprehensif Indonesia–Selandia Baru 2025–2029.
Pertemuan tahun ini sekaligus menjadi bagian dari persiapan peringatan 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Selandia Baru pada 2028.
Sebagai hasil pertemuan, kedua negara menerbitkan Joint Statement yang memuat kesepahaman untuk memperkuat serta menindaklanjuti berbagai kesepakatan kerja sama bilateral.
Baca juga: Indonesia-Selandia Baru Perkuat Kerja Sama di Bidang Pertahanan dan Gizi Anak