Dolar AS dan Euro. Foto: Xinhua/Zheng Huansong.
Penguatan Dolar AS Berlanjut, Sukses Ganyang 6 Mata Uang Utama Dunia
Husen Miftahudin • 6 February 2026 08:24
New York: Dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada penutupan perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat pagi WIB) ditopang meningkatnya permintaan terhadap aset safe-haven dan penutupan lindung nilai oleh investor non-residen.
Mengutip Xinhua, Jumat, 6 Februari 2026, indeks dolar, yang mengukur nilai dolar AS terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,21 persen menjadi 97,824.
Pada penutupan perdagangan di New York, euro melemah menjadi USD1,1794 dari USD1,1809 pada sesi sebelumnya, dan poundsterling Inggris turun menjadi USD1,3549 dari USD1,3663 pada sesi sebelumnya.
Dolar AS diperdagangkan pada 156,9 yen Jepang, lebih tinggi dari 156,82 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,7774 franc Swiss dari 0,7766 franc Swiss.
Mata uang Negeri Paman Sam itu juga naik menjadi 1,3682 dolar Kanada dari 1,3668 dolar Kanada. Dolar AS naik menjadi 9,0363 krona Swedia dari 8,9864 krona Swedia.
| Baca juga: Sinyal Ketua The Fed Baru Angkat Dolar AS |

(Dolar AS. Foto: Freepik)
Investor buru aset safe-haven
Aset safe-haven menjadi buruan investor di tengah eskalasi risiko geopolitik di Timur Tengah, kenaikan harga minyak, dan potensi perlambatan ekonomi global. Kondisi ini memaksa investor untuk mencari tempat berlindung yang aman.
Namun aksi jual emas dalam skala besar telah mengingatkan pada gelembung yang pecah, menimbulkan keraguan tentang kemampuan logam mulia tersebut untuk memenuhi fungsi-fungsi ini. Satu-satunya pilihan yang tersisa adalah membeli dolar AS.
Terlepas dari melemahnya kepercayaan terhadap dolar karena kebijakan Presiden AS Donald Trump, tidak mudah untuk meninggalkan pasar saham AS. Pendapatan perusahaan di sana telah tumbuh lebih cepat selama dekade terakhir daripada di wilayah lain mana pun di dunia, dan perusahaan teknologi AS memiliki sedikit pesaing yang layak di luar negeri.
Investor asing terpaksa melakukan lindung nilai terhadap risiko investasi di sekuritas AS dengan menjual dolar. Penurunan S&P 500 menyebabkan keluarnya investor dari posisi beli saham dan pembelian dolar AS.