Menhut: Dukungan BNPB Perkuat Penanganan Karhutla

Ilustrasi pemadaman karhutla. Foto: Dok. ANTARA FOTO.

Menhut: Dukungan BNPB Perkuat Penanganan Karhutla

Fachri Audhia Hafiez • 19 August 2026 07:17

Jakarta: Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengapresiasi dukungan penuh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dukungan ini berupa operasi darat maupun udara di berbagai daerah.

“Karhutla merupakan persoalan serius yang memerlukan penanganan secara kolaboratif, terpadu, terukur, dan berkelanjutan. Saya mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada BNPB yang terus bersama-sama dengan Kementerian Kehutanan melakukan upaya penanggulangan karhutla di lapangan,” kata Raja Juli dalam Rapat Kerja bersama Komisi IV DPR RI di Jakarta, Selasa, 18 Agustus 2026.
 


Kerja sama Kemenhut dan BNPB salah satunya diwujudkan melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mitigasi bencana. Sejak Februari hingga Juli 2026, OMC diselenggarakan secara berkesinambungan di sejumlah provinsi rawan kebakaran dengan melibatkan Kemenhut, BNPB, serta mitra swasta. Khusus untuk mitigasi karhutla, telah dilakukan 17 operasi selama 169 hari dengan total 291 sorti penerbangan.

“Kerja sama dengan BNPB ini sangat penting, karena penanganan karhutla membutuhkan respons yang cepat, baik melalui pencegahan maupun pemadaman. OMC menjadi salah satu bentuk kolaborasi yang kami lakukan untuk mengurangi risiko dan dampak kebakaran,” ujar Raja Juli.

Dukungan teknis BNPB juga dikerahkan dalam bentuk armada udara. Sebanyak 40 unit armada disiagakan, terdiri atas 10 pesawat patroli, 27 helikopter water bombing, dan tiga pesawat OMC. Khusus di enam provinsi prioritas, BNPB menyiagakan 36 armada udara guna mengantisipasi eskalasi titik api.


Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni dalam Rapat Kerja bersama Komisi IV DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta. Foto: Dok. Kemenhut.

Sinergi konkret tersebut juga terbukti dalam penanganan kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Tim terpadu yang melibatkan Manggala Agni, Balai TNBTS, BPBD, BNPB, masyarakat, TNI, dan Polri memanfaatkan dua unit helikopter water bombing BNPB untuk memadamkan api di lereng yang sulit dijangkau. Kebakaran yang terjadi pada 3–16 Agustus 2026 itu pun berhasil dipadamkan sepenuhnya.

“Kolaborasi seperti ini akan terus kami perkuat agar setiap ancaman karhutla dapat direspons secepat mungkin dan dampaknya terhadap lingkungan serta masyarakat bisa ditekan,” tegas Raja Juli.

(Fachri Audhia Hafiez)