Warga Desa Darmasari, Kecamatan Bayah, Lebak, Banten, Agus Sutisna. (Dokumentasi/ Metro TV)
Jembatan Merah Putih Presisi Permudah Akses Warga Lebak
Silvana Febiari • 13 August 2026 11:38
Lebak: Peresmian Jembatan Gantung Merah Putih TNI-Polri Presisi membawa perubahan bagi warga Desa Darmasari dan Bayah Barat, Kabupaten Lebak, Banten. Kehadiran jembatan tersebut memangkas waktu tempuh warga, terutama anak-anak yang hendak bersekolah.
Seorang warga bernama Agus Sutisna, mengaku bersyukur atas pembangunan jembatan yang kini menjadi penghubung bagi masyarakat di kedua wilayah tersebut.
"Yang pertama saya ingin sampaikan ucapan terima kasih kepada Bapak Presiden Republik Indonesia melalui institusi Polri dan TNI telah melaksanakan program pembangunan Jembatan Gantung Presisi," kata Agus dalam tayangan Breaking News, Metro TV, Kamis, 13 Agustus 2026.
Baca Juga :
Agus yang akrab disapa Wa Tere itu menyebut pembangunan jembatan gantung tersebut merupakan bagian dari mimpi besar Presiden Prabowo Subianto untuk membangun jembatan gantung di berbagai wilayah Indonesia.
"300 ribu pembangunan jembatan gantung di seluruh wilayah Indonesia merupakan mimpi besar Bapak Presiden Prabowo dan mungkin hari ini kami berada di dalam mimpi itu," ujarnya.
Bagi Agus, manfaat jembatan tersebut dirasakan langsung oleh warga. Sebelum jembatan dibangun, ia harus mengantar anaknya bersekolah dengan menempuh perjalanan memutar hingga 7 kilometer.
Perjalanan tersebut harus melalui jalur ke arah barat hingga memasuki jalan nasional. Kondisi itu membuat waktu tempuh menuju sekolah mencapai sekitar 25 hingga 30 menit.
Setelah Jembatan Gantung Merah Putih TNI-Polri Presisi dibangun, anak-anak di Desa Darmasari dapat menuju sekolah dengan berjalan kaki tanpa harus diantar orang tua menggunakan kendaraan.
"Alhamdulillah tanpa harus berkendaraan, anak kami bisa sampai ke sekolah dengan berjalan kaki tanpa harus diantar orang tuanya," beber Agus.

Jembatan Gantung Merah Putih TNI-Polri Presisi di Desa Darmasari, Kecamatan Bayah, Lebak, Banten, Agus Sutisna. (Dokumentasi/ Metro TV)
Di balik rasa syukur tersebut, Agus berharap pembangunan infrastruktur tidak berhenti pada jembatan gantung. Ia meminta pemerintah melanjutkan pembangunan jalan penghubung menuju Bayah Barat yang kondisinya masih membutuhkan perhatian.
Menurut Agus, jalan sepanjang sekitar dua kilometer tersebut merupakan akses penting agar manfaat pembangunan jembatan dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat.
"Akan tetapi, kalau saja kami boleh bermimpi lebih besar lagi, karena ini adalah satu-satunya penghubung Desa Darmasari dan Bayah Barat, jalan yang menghubungkan Bayah Barat ada dua kilometer yang harus segera dibangun agar pembangunan jembatan presisi ini menjadi lebih presisi dengan keadaan jalan yang lebih layak," tuturnya.
Selain akses jalan, Agus juga meminta pemerintah memperkuat kawasan di sekitar jembatan untuk mengantisipasi dampak banjir dan erosi. Apalagi, wilayah Kecamatan Bayah memiliki area persawahan yang cukup luas.
"Pada tahun 2025, wilayah Kecamatan Bayah memiliki area persawahan kurang lebih 122 hektare. Sampai di tahun 2025, 12 hektare sudah tiada karena persoalan tergerus banjir," ucapnya.
Agus berharap pembangunan pengamanan jembatan segera dilakukan. Menurutnya, penguatan struktur di sekitar jembatan penting untuk menjaga infrastruktur dan memastikan manfaatnya dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
"Maka dari itu, untuk lebih mengamankan lagi jembatan gantung yang sudah bagus dan manfaatnya sudah dirasakan oleh kami, mohon kalau boleh segera pembangunan pertahanan jembatan gantung dalam bentuk turap atau pemasangan bronjong juga harus segera dilaksanakan," terang Agus.