Ilustrasi ojek online. Foto: Dok. Istimewa.
Cerita Ojol Berjuang Cari Nafkah di Tengah Semarak Kemerdekaan
Metro TV • 16 August 2026 15:52
Jakarta: Jalan H.R. Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selatan, tampak semarak dengan balutan bendera serta ornamen merah putih menjelang HUT ke-81 RI. Namun, di balik kemegahan gedung-gedung perkantoran tersebut tersimpan kisah perjuangan para pengemudi ojek online (ojol) yang terus bertahan mencari nafkah.
“Kalau (pendapatan) kotor bisa tiga ratus lima puluh (ribu), kalau bersih ya dua ratus (ribu). Dikurangi makan sama bensin,” ujar salah satu pengemudi ojol, Aji, saat ditemui Metrotvnews.com di sekitar kawasan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Minggu, 16 Agustus 2026.
Baca Juga :
Cerita Warga Berburu Suasana Kemerdekaan di CFD
Penghasilan bersih tersebut diraih Aji setelah bekerja keras selama 10 jam setiap harinya. Ia mengaku profesi ojol kini semakin menantang lantaran lonjakan biaya operasional.
Kisah serupa dialami Dairobi, pengemudi ojol yang telah delapan tahun mengaspal di Ibu Kota. Ia merasakan dinamika perubahan pesat dari masa kejayaan hingga persaingan ketat saat ini.

Dairobi, salah satu pengemudi ojek online (ojol). Foto: Metro TV/Afifah Alfina.
Pagi itu, setelah sejam menunggu di tepi jalan protokol Rasuna Said, bapak tiga anak tersebut belum mengantongi satu pun orderan. “Ini satu aja belum dapet, masih nol,” kata Dairobi sembari terkekeh.
Meskipun masa keemasan ojol dinilai telah berlalu, semangat Aji dan Dairobi untuk menghidupi keluarga tak pernah redup. Di tengah riuh semarak bendera dan lampion merah putih yang menghiasi gedung-gedung pemerintahan, terselip harapan sederhana dari para pahlawan jalanan ini agar regulasi tarif dan biaya hidup dapat lebih memihak kepada mereka.
(Metro TV/Afifah Alfina)