Tim gabungan sedang evakuasi korban yang terseret banjir bandang di Malalak Timur, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam. ANTARA/HO-Basarnas Padang.
Banjir Bandang Malalak Timur Agam: 10 Warga Ditemukan Tewas, 5 Masih Dicari
Lukman Diah Sari • 27 November 2025 19:41
Agam: Tim gabungan SAR berhasil menemukan 10 warga Malalak Timur, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, dalam kondisi meninggal setelah banjir bandang menerjang kawasan tersebut pada Rabu sore, 26 November 2025. Bencana dipicu curah hujan tinggi yang menyebabkan aliran material lumpur dan longsoran memasuki permukiman warga.
“Ada 10 korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia oleh tim gabungan. Jasad langsung dievakuasi ke Puskesmas Malalak,” ujar Koordinator Lapangan Basarnas Padang, Atta Priyono, di Lubuk Basung, Kamis, 27 November 2025, melansir Antara.
.jpg)
Rumah warga Ariki, Nagari Dalko, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam tertimbun tanah longsor, Kamis (27/11/2025). ANTARA-Diskominfo Agam.
Identifikasi para korban masih menunggu hasil pemeriksaan Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumbar. Hingga Kamis sore, tim gabungan masih melakukan pencarian terhadap lima warga lain yang masih hilang.
“Curah hujan cukup tinggi. Longsor masih terjadi dan beberapa personel sempat terjebak antara lokasi musibah dan posko,” kata Atta.
Upaya pencarian dilakukan oleh personel gabungan dari Basarnas Padang, Brimob Polda Sumbar, BPBD Agam, TNI, Polri, serta relawan.
“Posko utama berada dua kilometer dari titik banjir bandang. Jalan menuju lokasi terputus sehingga kendaraan tidak bisa masuk,” ujar dia.
Pada Kamis dini hari, Basarnas menerjunkan 10 personel tambahan untuk operasi pencarian, disusul pengiriman ambulans PMI Agam beserta empat anggota. Total, terdapat 18 personel tim rescue yang dikerahkan dan telah membangun posko utama untuk koordinasi.