Tiga Korban Meninggal Ditemukan dalam Operasi Evakuasi Banjir SAR Bireun

Tim Unit Siaga SAR Bireuen melakukan evakuasi terhadap warga yang terjebak banjir. Dokumentasi/ Istimewa

Tiga Korban Meninggal Ditemukan dalam Operasi Evakuasi Banjir SAR Bireun

Fajri Fatmawati • 28 November 2025 13:06

Bireuen: Tim Unit Siaga SAR Bireuen menemukan tiga korban meninggal dunia dalam operasi tanggap darurat banjir yang berlangsung selama tiga hari, sejak 25 hingga 27 November 2025. Tim SAR berhasil mengevakuasi 99 jiwa dan mengamankan 300 kepala keluarga (KK) dari sejumlah desa yang terendam banjir.

Koordinator Unit Siaga SAR Bireuen, M. Rizal, mengatakan selain evakuasi warga terdampak, tim juga menangani laporan orang hilang akibat terjebak banjir. Seorang lansia bernama Nurbaidah, 80, warga Blang Seunom, Kecamatan Jeumpa, dilaporkan hilang pada malam 25 November 2025.

"Setelah pencarian yang dilakukan sejak 26 November 2025, korban akhirnya ditemukan kemarin sekitar pukul 10.00 WIB dalam kondisi meninggal dunia, tidak jauh dari rumahnya," kata Rizal, Jumat, 28 November 2025.

Baca Juga :

Sinyal Telekomunikasi di Tapanuli Tengah dan Sibolga Minim

Rizal menjelaskan debit air di sebagian wilayah Kabupaten Bireuen mulai menunjukkan penurunan sejak Kamis pagi. Namun, sejumlah lokasi masih sulit diakses akibat kerusakan infrastruktur.

“Sebagian besar wilayah sudah surut, tetapi ada beberapa titik yang tidak bisa dilalui. Akses dari Bireuen menuju Aceh Utara/Lhokseumawe untuk sementara tidak dapat dilewati karena jembatan Krueng Peusangan terputus,” ungkap Rizal.


Tim Unit Siaga SAR Bireuen melakukan evakuasi terhadap warga yang terjebak banjir. Dokumentasi/ Istimewa

Selama tiga hari operasi, Unit Siaga SAR Bireuen melakukan penyelamatan di berbagai titik. Pada Selasa, 25 November 2025, tim mengevakuasi dua puluh warga dari Desa Cureh, termasuk tiga balita dan satu lansia. Di Desa Uten Retoh, 12 jiwa dipindahkan ke lokasi aman.

"Di Desa Meunasah Gadong, enam warga dievakuasi, satu di antaranya mengalami patah kaki. Operasi hari itu ditutup dengan penyelamatan tiga warga dari Desa Meunasah Capa," ungkap Rizal.

Kemudian evakuasi berlanjut pada Rabu, 26 November 2025, dengan fokus di Kecamatan Peusangan. Tim mengevakuasi 35 jiwa, termasuk 30 warga yang terjebak di dalam rumah, di antaranya empat balita, enam lansia, dan lima warga dalam kondisi sakit. Empat warga yang tersangkut di pohon akibat arus banjir dan satu ibu hamil juga berhasil diselamatkan.

Pada Kamis, 27 November 2025, tim kembali melakukan evakuasi di Desa Pante Lhong, Kecamatan Peusangan. Sebanyak 23 jiwa berhasil dievakuasi, sementara 300 kepala keluarga terdampak berhasil diamankan dari lokasi banjir.

"Dalam operasi ini, tim menemukan dua korban meninggal dunia, serta mengevakuasi satu warga dalam kondisi lumpuh dan 20 warga lanjut usia. Secara keseluruhan, 99 jiwa dan 300 kepala keluarga berhasil dievakuasi selama operasi berlangsung," jelas Rizal.

Basarnas Banda Aceh bersama unsur SAR lainnya terus memantau perkembangan situasi dan tetap siaga menghadapi potensi cuaca ekstrem lanjutan.

 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Deny Irwanto)