BBPOM Jakarta Temukan Takjil Mengandung Pewarna Tekstil di Kebon Jeruk

Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Jakarta Sofiyani Chandrayani. Foto: ANTARA/Risky Syukur.

BBPOM Jakarta Temukan Takjil Mengandung Pewarna Tekstil di Kebon Jeruk

Fachri Audhia Hafiez • 5 March 2026 20:54

Jakarta: Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Jakarta menemukan kandungan zat berbahaya jenis pewarna tekstil (Rhodamin B) pada sejumlah panganan buka puasa di sentra takjil Jalan Panjang, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Temuan ini didapat setelah petugas melakukan uji sampel secara acak terhadap puluhan pedagang di kawasan tersebut untuk menjamin keamanan konsumsi masyarakat selama Ramadan.

"Dari 65 sampel total yang diuji, ada dua yang mengandung Rhodamin yakni kue mangkok dan bolu kukus," ujar Kepala BBPOM Jakarta, Sofiyani Chandrawati kepada wartawan di Jakarta, dilansir Antara, Kamis, 5 Maret 2026.
 


Sofiyani menegaskan, produk yang terbukti mengandung bahan kimia berbahaya tersebut langsung ditarik dari peredaran guna mencegah risiko kesehatan bagi pembeli. Petugas di lapangan segera melakukan tindakan tegas dengan mengosongkan etalase pedagang bersangkutan dan memusnahkan produk di lokasi.

"Jadi, tadi udah di-take out (ambil) dari etalase untuk dimusnahkan," kata Sofiyani.

Tak berhenti pada penyitaan, BBPOM Jakarta berkomitmen untuk menelusuri rantai distribusi hingga ke produsen atau pemasok utama. Langkah ini dilakukan agar penyebaran bahan pangan berbahaya tidak meluas ke pasar-pasar lain di wilayah Jakarta.

"Kami tentu menelusuri lebih lanjut siapa pemasok dan pedagang besarnya. Tujuannya untuk memutus rantai distribusi," ucap Sofiyani.

Selain itu, Sofiyani memberikan edukasi kepada warga untuk lebih jeli mengenali ciri-ciri makanan yang mengandung formalin atau boraks. Ia menyarankan masyarakat untuk waspada jika menemukan mi yang terlalu mengkilap atau memiliki aroma kimia yang menyengat, yang bisa memicu mual bagi individu sensitif.
 

"Misalnya kalau suka mi, harus dilihat mi itu tak keras, kemudian mengkilap, kemudian tercium bau formalin. Karena kalau orang-orang sensitif itu biasanya tercium bau aneh, dia akan perih kemudian mual, seperti itu," ujarnya.

Dalam pemilihan tahu, masyarakat dianjurkan memilih tekstur yang tidak terlalu keras dan menghindari warna kuning yang terlalu mencolok karena berisiko mengandung pewarna non-pangan.

"Pilih tahu yang tak keras. Nah, untuk warna-warna, pilih jangan yang mencolok, pilih yang warna putih saja, mudah-mudahan tak ada warna putih pewarna tekstil," kata Sofiyani.


Pemerintah Kota Jakarta Barat (Pemkot Jakbar) bersama Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Jakarta mengawasi pangan di sentra takjil Jalan Panjang, Kebon Jeruk. Foto: ANTARA/Risky Syukur.

Sementara untuk olahan daging dan camilan, Sofiyani menyebutkan bahwa bakso yang mengandung boraks biasanya memiliki kekenyalan yang tidak wajar. Begitu pula dengan kerupuk, yang dapat dikenali dari sensasi rasa di lidah.

"Dan kalau kerupuk yang menggunakan boraks itu dari rasanya aja sudah getir, berbeda dengan kerupuk yang biasa," kata Sofiyani.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)