Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan. Foto: Tangkapan layar YouTube BNPB
BNPB Catat Jumlah Pengungsi Korban Gempa NTT Capai 150 Ribu Jiwa
Muhammad Adyatma Damardjati • 22 August 2026 18:11
Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat adanya lonjakan jumlah pengungsi akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT). Hingga hari kedelapan pascabencana, sekitar 150 ribu warga berada di posko pengungsian.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan, masih adanya gempa susulan menyebabkan warga belum berani kembali ke rumah masing-masing. Sehingga memilih bertahan di tenda pengungsian.
"Karena banyaknya gempa susulan, pengungsi juga bertambah dari yang kemarin 130 ribu, sekarang sudah mencapai 150.576 (jiwa)," ujar Berton dalam konferensi pers, Sabtu, 22 Agustus 2026.
Dari ribuan gempa tersebut, 124 di antaranya dirasakan langsung oleh warga dan memicu bertambahnya jumlah pengungsi. Konsentrasi pengungsi terbesar berada di Kabupaten Manggarai sebanyak 41.427 jiwa, Nagekeo sebanyak 34.256 jiwa, dan Manggarai Timur sebanyak 31.372 jiwa.
Selain lonjakan angka pengungsi, BNPB juga mengonfirmasi adanya penambahan jumlah korban jiwa akibat bencana ini.
"Pada hari ini secara kumulatif jumlah yang meninggal ada 87 jiwa," kata Berton.
Korban tewas tersebut tersebar di tujuh wilayah. Berton memerinci, di Manggarai sebanyak 31 jiwa, Manggarai Timur sebanyak 30 jiwa, Nagekeo sebanyak 13 jiwa, Sikka sebanyak sembilan jiwa, Ngada sebanyak empat jiwa, Ende sebanyak dua jiwa, dan Manggarai Barat sebanyak satu jiwa.

Warga melintas di samping bangunan rumah yang roboh akibat gempa bumi magnitudo 7,7 di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, NTT. ANTARA FOTO/Mega Tokan/wsj.
Bencana gempa bumi ini juga menimbulkan banyak korban fisik yang saat ini tengah mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit lapangan maupun rujukan. Kabupaten Manggarai Timur mencatatkan jumlah korban luka terbanyak dengan 643 jiwa, disusul Kabupaten Manggarai dengan 285 jiwa.
"Sedangkan jumlah orang-orang yang luka atau korban yang luka ada mencapai 1.298 jiwa di mana yang luka berat sebanyak 336," kata Berton.
Dengan terus bertambahnya jumlah penyintas dan korban luka, pemerintah memastikan upaya pemenuhan kebutuhan dasar seperti permakanan, tenda, air bersih, serta sanitasi di seluruh posko pengungsian tetap menjadi prioritas utama pada fase penanganan darurat saat ini.