Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa (tengah) saat menerima NGA 2026. Foto: Metro TV/Richard.
Profil Jatim, Peraih Penghargaan NGA 2026 karena Koperasi Merah Putih
Anggi Tondi Martaon • 29 April 2026 19:20
Jakarta: Provinsi Jawa Timur (Jatim) dinobatkan sebagai Outstanding Province in Supporting Koperasi Desa Merah Putih Program dalam ajang National Governance Awards (NGA) 2026. Provinsi paling timur Pulau Jawa itu dinilai berkontribusi besar dalam mendukung realisasi program Koperasi Desa Merah Putih yang menjadi salah satu program strategis Presiden Prabowo Subianto.
Penghargaan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur ini diserahkan langsung Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian kepada Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa.
Khofifah pun menegaskan kontribusi terbesar Jatim dalam pertumbuhan ekonomi berasal dari industri pengolahan dan manufaktur. Kehadiran program Koperasi Desa Merah Putih ini diharap bisa membuat industri sektor lain semakin menggeliat.
“Kita terus berikhtiar. Kontribusi paling besar adalah dari industri pengolahan (manufaktur). Hilirisasi di Jawa Timur sudah cukup maju, dan kini kita ingin memperkuat sektor agro, hortikultura, serta peternakan agar memberi nilai tambah lebih besar bagi masyarakat,” ujar Khofifah usai menerima penghargaan National Governance Award 2026, Jumat, 29 April 2026.
Kementerian Koperasi sangat terbantu komitmen pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota dalam menyukseskan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih. Sinergi lintas pemerintahan tersebut telah membuahkan capaian institusional yang signifikan.
Berdasarkan data per Februari 2026, jumlah Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Jatim yang berbadan hukum mencapai 8.494 unit. Jumlah tersebut terdiri atas 774 Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) dan 7.720 Koperasi Desa Merah Putih.
Profil dan Potensi Jatim
Geografis
Dikutip dari jatimprov.go.id, luas wilayah di Jatim mencapai 47.963 kilometer persegi yang dibagi menjadi 29 kabupaten dan 9 kota. Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025 mencatat jumlah penduduk Jawa Timur mencapai 42,09 juta orang.Ekonomi
Jatim sangat menonjol dalam industri pengolahan (manufaktur). Data BPS mencatat, kontribusi manufaktur terhadap perekonomian Jatim mencapai 29,75 persen pada 2018. Kontribusi itu terus meningkat hingga menyentuh 30 persen hingga 2022.Adapun empat industri manufaktur berkontribusi besar terhadap perekonomian Jatim, yakni:
- Makanan dan Minuman (Mamin)
Berdasarkan data BPS 2020, terdapat 191 ribu perusahaan bergerak di bidang industri kecil mamin. Semantara itu, nilai transaksi industri ini mencapai Rp115,73 triliun.
- Pengolahan Tembakau
Kontribusi ini mencapai 61 persen dari total penerimaan cukai tembakau nasional sebesar Rp188,80 triliun. Jatim menjadi penyumbang cukai terbesar nasional.

Ilustrasi industri tembakau. Foto: Istimewa.
- Kimia, Farmasi, dan Obat Tradisional
Selain itu, berdasarkan data Gabungan Perusahaan Farmasi (GP Farmasi), terdapat 30 hingga 35 perusahaan obat-obatan di Jatim. Jumlah tersebut berkontribusi sebesar 30 persen terhadap industri farmasi nasional.
- Industri Kertas
Profil singkat Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa
Biodata
- Nama: Khofifah Indar Parawansa
- Tempat Tanggal Lahir: Surabaya, 19 Mei 2026
Pendidikan
- SD Taquma (1972-1978)
- SMP Khodijah Surabaya (1978-1981)
- SMA Khodijah Surabaya (1981-1984)
- S-1 FISIP Universitas Airlangga (1984-1991)
- S-1 Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Surabaya (1984-1989)
- S-2 FISIP Universitas Indonesia (1993-1997)
Jabatan
- Pimpinan Fraksi PPP DPR (1992-1997)
- Pimpinan Komisi VIII DPR (1995-1997)
- Anggota Komisi II DPR (1997-1998)
- Wakil Ketua DPR (1999)
- Menteri Pemberdayaan Perempuan (1999-2001)
- Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (1999-2001)
- Ketua Komisi VII DPR (2004-2006)
- Ketua Fraksi PKB DPR (2004-2006)
- Menteri Sosial (2014-2018)
- Gubernur Jawa Timur (2019-sekarang)