DK PBB Sahkan Resolusi Kecam Serangan Iran ke Negara Teluk

Dewan Keamanan PBB dalam sebuah pertemuan. Foto: EFE-EPA

DK PBB Sahkan Resolusi Kecam Serangan Iran ke Negara Teluk

Muhammad Reyhansyah • 12 March 2026 15:15

New York: Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) pada mengesahkan sebuah resolusi yang mengecam serangan Iran terhadap sejumlah negara Teluk dan Yordania

Dalam dokumen 11 Maret 2026 tersebut, serangan itu dinilai sebagai pelanggaran hukum internasional serta ancaman terhadap perdamaian dan keamanan dunia.

Mengutip SANA, Kamis, 12 Maret 2026, resolusi tersebut disetujui dengan 13 suara mendukung, sementara Rusia dan Tiongkok memilih abstain dalam pemungutan suara.


Perwakilan Bahrain yang berbicara atas nama Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) dan Yordania mengatakan resolusi itu mencerminkan sikap internasional yang tegas dalam menolak agresi Iran terhadap warga sipil serta infrastruktur sipil. 

Ia menilai dukungan luas terhadap resolusi tersebut menunjukkan komitmen global terhadap keamanan dan stabilitas kawasan.

Ia juga menekankan bahwa menjaga keamanan kawasan Teluk Arab merupakan tanggung jawab bersama masyarakat internasional, karena berkaitan erat dengan stabilitas ekonomi global serta keamanan rantai pasokan dan energi.

Perwakilan Prancis menyatakan bahwa hasil pemungutan suara tersebut “mencerminkan sikap tegas terhadap serangan Iran yang tidak pandang bulu,” seraya menegaskan bahwa hukum internasional dan jalur diplomasi tetap menjadi satu-satunya jalan menuju stabilitas kawasan dalam jangka panjang.

Ia menambahkan bahwa eskalasi yang terus dilakukan Iran berpotensi menimbulkan ancaman langsung terhadap perdagangan global dan keamanan energi.

Perwakilan Inggris mengatakan resolusi tersebut menyampaikan pesan yang jelas dalam mengecam serangan Iran yang dianggap sembrono terhadap negara-negara Teluk dan Yordania. Menurutnya, dukungan Dewan Keamanan terhadap perdamaian kawasan serta kedaulatan negara mencerminkan komitmen kuat terhadap prinsip-prinsip Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Sementara itu, perwakilan Yunani menyatakan bahwa serangan tersebut telah menimbulkan korban di kalangan warga sipil serta merusak infrastruktur vital, yang pada akhirnya memperdalam ketidakpercayaan politik dan sosial di kawasan.

Ia menekankan bahwa langkah de-eskalasi dan dialog politik sangat penting untuk mencegah siklus kekerasan yang berkelanjutan.

Sejak 28 Februari, sejumlah negara Teluk dan Yordania menjadi sasaran serangan rudal serta drone Iran. Serangan tersebut terjadi setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan militer terhadap Iran.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)