Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Foto: Metro TV/Cony Brilliana.
Cegah Banjir Meluas, Pramono Menggencarkan Operasi Modifikasi Cuaca
Cony Brilliana • 20 January 2026 01:00
Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memerintahkan intensifikasi Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) hingga tiga kali penerbangan pada Minggu, 18 Januari 2026. Langkah darurat ini diambil setelah hujan ekstrem dengan intensitas mencapai 260 mm mengguyur ibu kota pada hari sebelumnya, yang sempat memicu banjir di sejumlah wilayah, terutama Jakarta Utara.
“Kemarin hari Minggu sampai tiga kali penerbangan. Kebetulan saya perintahkan secara langsung, karena Jakarta sudah pekat sekali ketika sore dari jam 3, jam 2 itu kan sudah pekat sekali,” ujar Pramono di kawasan Jakarta Pusat, Senin, 19 Januari 2026.
Pramono menjelaskan, hujan deras yang terjadi pada Sabtu, 17 Januari, dipicu oleh kondisi atmosfer yang melampaui prediksi awal. Akibatnya, intervensi cuaca tidak sempat dilakukan pada hari tersebut karena potensi hujan diperkirakan tidak setinggi realita di lapangan. Mengevaluasi kondisi itu, ia meminta tim OMC bergerak cepat melakukan penyemaian awan pada hari berikutnya guna memecah gumpalan awan hujan sebelum masuk ke daratan Jakarta.
“Sehingga dengan demikian modifikasi cuaca dilakukan dan akhirnya kemarin menjadi terang-benerang, tidak ada hujan,” lanjut Pramono.
.jpeg)
Ilustrasi hujan. Foto: Media Indonesia/Ramdani.
Mantan Sekretaris Kabinet itu juga menyoroti fenomena cuaca pada akhir pekan lalu sebagai kondisi yang luar biasa. Ia menyebut curah hujan di Jakarta Utara merupakan yang tertinggi selama masa kepemimpinannya. Tanpa langkah kontingensi melalui OMC, Pramono khawatir genangan air di wilayah rawan akan bertahan lebih lama dan meluas.
Pemprov DKI Jakarta memastikan akan terus memantau dinamika atmosfer secara aktual. Operasi penyemaian awan tetap menjadi strategi utama dalam mitigasi bencana hidrometeorologi guna menjaga stabilitas cuaca dan menekan risiko banjir susulan di ibu kota.