Pemkot Bekasi Minta BNPB Lakukan Modifikasi Cuaca

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto.

Pemkot Bekasi Minta BNPB Lakukan Modifikasi Cuaca

Antonio • 23 January 2026 23:58

Bekasi: Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, meminta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk melakukan rekayasa modifikasi cuaca. Permintaan ini menyusul kondisi banjir yang belum surut di sejumlah wilayah.

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menyatakan harapannya agar BNPB segera melakukan teknologi modifikasi cuaca. Hal ini bertujuan agar Kota Bekasi tidak lagi diguyur hujan intensitas tinggi.

"Harapannya tentu kami meminta kepada BNPB untuk melakukan rekayasa cuaca," kata Tri Adhianto di Bekasi pada Jumat, 23 Januari 2026.

Tri menegaskan kondisi banjir di Kota Bekasi sudah sangat berat. Pihaknya meminta rekayasa cuaca agar genangan air yang merendam pemukiman dapat segera surut. "Jangan sampai kemudian di Jabodetabek turun hujan tambahan yang menyebabkan tambah tingginya air yang ada, karena kondisinya hari ini sudah sangat berat," ujar Tri.

Menurutnya, tanpa rekayasa cuaca, genangan air diperkirakan akan bertahan lama karena aliran air belum bekerja optimal. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi mencatat ada 17 titik banjir di sembilan kecamatan hingga Jumat pagi, 23 Januari 2026. Ketinggian banjir bervariasi antara 5 sentimeter hingga 150 sentimeter.


Debit air yang tinggi di Kali Cakung dan Banjir Kanal Timur (BKT) menyebabkan empat titik banjir di Kota Bekasi surut lebih lama. Wilayah terdampak meliputi Perumahan Dosen IKIP di Kecamatan Jatiasih, Perumahan Jatibening Permai, Perumahan Duta Kranji, dan Perumahan Mas Naga, Bintara.

Tri menjelaskan, banjir di sejumlah wilayah seperti Bintara sulit surut karena aliran air menuju BKT masih tinggi. "Bintara itu larinya adalah ke BKT. BKT-nya sekarang juga cukup tinggi sehingga masih menunggu secara cukup lama," kata Tri.


Banjir di Perumahan Pondok Hijau Permai pada Jumat, 23 Januari 2026.

Tingginya debit air di Kali Cakung juga menyebabkan aliran air dari arah Kota Bintang hingga Bintara mengalami hambatan. "Kinerja Kali Cakung hari ini juga cukup tinggi, makanya aliran yang menuju dari arah Kota Bintang sampai Bintara masih terjadi hambatan," ujar Tri.

Dengan kondisi tersebut, genangan air di sejumlah wilayah Kota Bekasi diperkirakan masih akan bertahan cukup lama. "Oleh karena itu masih akan cukup lama kita mungkin akan tergenang karena sambil menunggu kinerja dari aliran air yang ada," katanya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)