Ilustrasi Pexels
Ada Potensi El Nino Godzilla, tapi Masih Hujan? Ini Penjelasannya
Muhamad Marup • 8 April 2026 16:17
Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah meramal terjadinya El Nino Godzilla pada musim kemarau 2026. Meski demikian, hujan deras mengguyur sejumlah wilayah.
Menanggapi fenomena cuaca tersebut, Dosen Departemen Geofisika dan Meteorologi IPB University, Sonni Setiawan, mengatakan, bahwa fenomena tersebut merupakan hal yang wajar dalam dinamika iklim. Di sisi lain, Indonesia saat ini masih berada pada masa peralihan musim.
Ia menjelaskan, bahwa hujan yang masih turun tidak serta-merta menandakan ramalan cuaca keliru. Menurutnya, indikasi menuju kemarau panjang tetap terlihat berdasarkan adanya tren suhu muka laut yang meningkat di Samudera Pasifik.
Sonni menilai, kondisi tersebut menjadi sinyal awal berkembangnya fenomena El Nino yang berpotensi menurunkan curah hujan di Indonesia pada saat musim penghujan. Bahkan, berdasarkan informasi BMKG, musim kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung lebih panjang.
"Diprediksi demikian, dengan durasi sekitar enam bulan," tambahnya.
Ia mengungkapkan, bahwa awal musim kemarau berpotensi datang lebih cepat dari biasanya. Terutama di wilayah Pulau Jawa yang umumnya memasuki kemarau pada Juli.
"Awal musim kemarau itu lebih maju dari biasanya," ucapnya.
Lebih lanjut, Sonni menjelaskan bahwa El Nino dan La Nina merupakan produk fenomena interaksi laut-atmosfer dalam skala besar yang menyebabkan adanya pergeseran Sirkulasi Walker di atmosfer tropis. Periodisitas kejadian El Nino dan La Nina ini sekitar 4 sampai 5 tahun sekali.

Ilustrasi Pexels
Terkait istilah El Nino Godzilla, ia menjelaskan bahwa istilah tersebut merujuk pada kategori super El Nino dengan intensitas sangat kuat relatif terhadap kejadian El Nino biasanya. Fenomena ini pernah terjadi pada tahun 1982, 1997, dan 2015, dengan dampak besar secara global seperti kekeringan ekstrem dan kebakaran hutan.
"El Nino Godzilla mengacu pada super El Nino, yakni saat suhu muka laut di Pasifik bisa naik sekitar 2,5 derajat Celcius bahkan lebih di atas kenaikan suhu muka laut pada kejadian El Nino biasa dan El Nino Godzilla ini biasanya berlangsung rata-rata selama satu tahunan," jelasnya.
Sonni menilai kondisi saat ini masih berada pada kategori lemah hingga moderat. El Nino Godzilla selalu terjadi setelah sunspot maksimum.
"Sunspot maksimum tahun 2025 berpotensi diikuti El Nino kuat pada 2026," terangnya.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com