Diversifikasi Impor Energi Dinilai Langkah Adaptif

Ilustrasi minyak mentah. Foto: Freepik.

Diversifikasi Impor Energi Dinilai Langkah Adaptif

Anggi Tondi Martaon • 9 April 2026 10:07

Jakarta: Anggota Komisi XII DPR RI, Dewi Yustisiana, mendukun langkah pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang membuka opsi diversifikasi impor minyak, termasuk dari Rusia. Hal itu dinilai sebagai upaya menjaga ketahanan energi nasional.

Menurut Dewi, kebijakan tersebut merupakan langkah cepat dan adaptif dalam merespons dinamika geopolitik global yang berdampak pada ketidakpastian pasokan energi dunia. Dalam situasi ini, negara perlu memastikan strategi pengamanan energi dilakukan secara fleksibel dan terukur.

“Kami memandang langkah pemerintah ini sebagai bentuk kehadiran negara dalam memastikan pasokan energi tetap aman dan terjangkau bagi masyarakat,” ujar Dewi melalui keterangan tertulis, Kamis, 9 April 2026.

Politikus Partai Golkar itu menilai diversifikasi sumber impor menjadi strategi yang tepat. Mengingat persaingan global dalam memperoleh pasokan minyak semakin ketat. 


Anggota Komisi XII DPR RI, Dewi Yustisiana. Foto: Istimewa.

Menurut Dewi, fleksibilitas dalam menjalin kerja sama energi dinilai penting. Sehingga, kebutuhan domestik tetap terpenuhi tanpa gangguan.

Dewi juga mengapresiasi langkah Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang membuka berbagai alternatif sumber pasokan sebagai bagian dari mitigasi risiko global, sekaligus menjaga stabilitas energi nasional di tengah tekanan eksternal.

“Komisi XII DPR RI pada prinsipnya mendukung penuh langkah-langkah strategis pemerintah dalam memastikan energi tetap menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkas legislator asal daerah pemilihan Sumsel II itu.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggi Tondi)