Trump Tunda Serangan AS ke Iran usai Permintaan Negara Teluk

Presiden AS Donald Trump. (Anadolu Agency)

Trump Tunda Serangan AS ke Iran usai Permintaan Negara Teluk

Muhammad Reyhansyah • 19 May 2026 08:38

Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa Washington menunda serangan militer terhadap Iran yang sebelumnya direncanakan berlangsung pada Selasa, 19 Mei 2026, setelah adanya permintaan langsung dari para pemimpin negara Teluk.

Melalui platform Truth Social, Trump mengatakan dirinya diminta Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman Al Saud, dan Presiden Uni Emirat Arab Mohamed bin Zayed Al Nahyan untuk menunda serangan terhadap Iran.

"Saya diminta oleh Emir Qatar, Putra Mahkota Arab Saudi, dan Presiden Uni Emirat Arab untuk menahan rencana serangan militer kami terhadap Republik Islam Iran yang dijadwalkan besok," tulis Trump, dikutip dari Anadolu, Selasa, 19 Mei 2026.

Trump mengatakan para pemimpin Teluk menyampaikan bahwa negosiasi serius kini sedang berlangsung dan meyakini kesepakatan diplomatik masih dapat dicapai.

Menurut dia, kesepakatan tersebut akan mencakup larangan tegas bagi Iran untuk memiliki senjata nuklir. "Kesepakatan ini, yang terpenting, tidak akan mengizinkan Iran memiliki senjata nuklir!" tambahnya.

AS Tetap Siaga jika Diplomasi Gagal

Trump mengatakan sebagai bentuk penghormatan terhadap para pemimpin Teluk, dirinya telah memerintahkan Menteri Pertahanan Pete Hegseth, Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Daniel Caine, dan para komandan militer AS untuk menghentikan sementara operasi yang direncanakan.

Namun, Trump menegaskan militer Amerika Serikat tetap disiagakan untuk melancarkan serangan skala penuh terhadap Iran jika tidak tercapai kesepakatan yang dianggap dapat diterima.

Ia mengatakan para pejabat pertahanan dan militer telah diperintahkan "siap melanjutkan serangan besar-besaran terhadap Iran kapan saja."

Pada Minggu, Trump juga sempat memperingatkan Iran dengan mengatakan "waktu terus berjalan" bagi Teheran sebelum "tidak ada lagi yang tersisa."

Ketegangan kawasan meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada Februari. Teheran kemudian membalas dengan menyerang Israel dan sekutu Amerika Serikat di kawasan Teluk serta menutup Selat Hormuz.

Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan, tetapi perundingan lanjutan di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan permanen.

Trump kemudian memperpanjang gencatan senjata tersebut tanpa batas waktu.

Baca juga:  Iran Ancam Jadikan Teluk Oman 'Kuburan' bagi Kapal AS Jika Blokade Tak Dihentikan

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)