427 Ribu Orang Mudik dari Bali ke Jawa Melalui Pelabuhan Gilimanuk

Antrean kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali. ANTARA/Gembong Ismadi

427 Ribu Orang Mudik dari Bali ke Jawa Melalui Pelabuhan Gilimanuk

Silvana Febiari • 19 March 2026 21:18

Jembrana: PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat selama tujuh hari masa libur Nyepi dan Lebaran 2026, jumlah pemudik yang meninggalkan Pulau Bali menuju Pulau Jawa melalui Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, mencapai 427.069 orang.

Data ASDP menyebutkan, dari 12 Maret (H-10) hingga 18 Maret (H-3) Hari Raya Idulfitri, penumpang yang menyeberang dari Pelabuhan Gilimanuk menuju Pelabuhan Ketapang, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, mencapai 427.069 orang.

"Jumlah itu mengalami kenaikan 7,2 persen dibanding periode yang sama saat arus mudik tahun lalu," kata Corporate Secretary ASDP Windy Andale, dilansir dari Antara, Kamis, 19 Maret 2026. 
 


Khusus pada H-3, menurut dia, terjadi kenaikan arus kendaraan maupun penumpang yang cukup signifikan dibanding tahun sebelumnya.

Pada H-3 tahun ini, jumlah penumpang yang menyeberang dari Bali ke Jawa meningkat 65,2 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Kendaraan roda dua naik 44,5 persen, kendaraan roda empat 87,7 persen, truk 139,4 persen, dan bus 51,2 persen.

"Jika ditotal jumlah kendaraan yang menyeberang dari Pelabuhan Gilimanuk menuju Ketapang pada H-3 mengalami kenaikan 58,8 persen dibanding periode yang sama tahun lalu," ucapnya.


Foto dari udara kondisi antrean kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, pada H-3 Lebaran 2026. ANTARA/Budi Candra


Di sisi lain target seluruh institusi agar seluruh kendaraan yang antre di Gilimanuk bisa diseberangkan ke Jawa sebelum Hari Raya Nyepi tercapai.

Pada Rabu, 18 Maret 2026, sekitar pukul 22.30 WITA atau sebelum Hari Raya Nyepi dimulai, tidak ada lagi antrean kendaraan di pintu gerbang pelabuhan. "Pada jam itu antrean kendaraan sama sekali tidak ada alias nol kilometer," kata Wakil Direktur Utama ASDP Yossianis Marciano.

Dia mengatakan keberhasilan mengurai antrean kendaraan ini merupakan kerja kolektif lintas sektor yang bergerak cepat dan terkoordinasi.

"Terima kasih atas kesabaran masyarakat, serta sinergi seluruh pihak yang memungkinkan antrean dapat terurai hingga nol kilometer sebelum penutupan Nyepi. Ini menunjukkan bahwa kolaborasi yang solid mampu menghadirkan solusi nyata dalam waktu cepat," ungkapnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)