Wakil Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian, Dradjad Hari Wibowo, dalam program Top Economy, Selasa, 13 Oktober 2026. Foto: Tangkapan layar Youtube Metro TV
Drajad Wibowo Ungkap Tugas Wakil Menko Perekonomian dan Kondisi Ekonomi
Muhamad Marup • 14 October 2026 00:36
Jakarta: Dradjad Hari Wibowo, merupakan satu dari sekian nama yang dilantik Presiden RI, Prabowo Subianto pada awal Oktober lalu. Ia mendapat mandat sebagai Wakil Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian.
Drajad memastikan, dalam menjalankan tugas pemerintahan tidak ada kebijakan ekonomi menteri. Menurutnya, setiap kebijakan yang ada merupakan kebijakan ekonomi langsung dari Presiden RI, Prabowo Subianto.
Ia mengatakan, dirinya selaku Wakil Menko Perekonomian bertugas untuk membantu tugas dari Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto. Di sisi lain, Presiden Prabowo juga memberikan kebebasan untuk melaksanakan kebijakan ekonominya.
"Presiden sangat memberikan kebebasan kepada kita. Beliau menggariskan ini kebijakan yang harus dijalankan, setelah itu terserah kita untuk bagaimana mendetailkan, bagaimana menggerakkan," ujar Dradjad, dalam program Top Economy Metro TV, Selasa, 13 Oktober 2026.
Drajad mengungkapkan, tidak ada pembagian tugas khusus antara dirinya selaku Wakil Menko Perekonomian dengan dengan Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto. Ia hanya membantu tugas, pokok, dan fungsi (tupoksi) Menko Perekonomian.
Ia juga sudah berbicara dengan Menko Perekonomian untuk bersama-bersama bergerak cepat menangani isu-isu yang ada di sektor perekonomian. Secara langsung ia juga meminta izin kepada Menko Perekonomian untuk terjun langsung mengecek kondisi di kementerian dan lembaga.
Wakil Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian, Dradjad Hari Wibowo, dalam program Top Economy, Selasa, 13 Oktober 2026. Foto: Tangkapan layar Youtube Metro TV
"Jadi saya memang sengaja setelah minta izin ke Pak Menko, itu memang akan keluyuran, blusukan, keluyuran ke berbagai kementerian, lembaga. Untuk ya kita mempercepat (penanganan) itu tadi," jelasnya.Drajad melanjutkan, amanat ketika ia dilantik awal Oktober lalu yaitu untuk mengurusi perekonomian dalam negeri. Beberapa tugas pentingnya yaitu stimulus, statistik, dan pertumbuhan ekonomi.
"Tugas saya membantu mulai dari stimulus, lebih banyak ke arah pertumbuhan ya. Jadi mulai dari stimulus, kemudian juga termasuk juga statistik ekonomi," katanya.
Daya Beli
Dradjad memastikan, daya beli masyarakat Indonesia tidak melemah. Menurutnya, yang terjadi justru adanya pergeseran konsumsi di masyarakat.Ia menyebut beberapa sektor yaitu transportasi dan wisata mengalami pertumbuhan yang tinggi. Menurutnya, pertumbuhan tersebut tercatat dalam data yang ada di Badan Pusat Statistik (BPS).
"Daya beli tidak melemah, yang terjadi pergeseran konsumsi. Saya terkaget-kaget dengan growth di berbagai tempat konsumsi, growth-nya luar biasa," katanya.
Terkait persoalan data ini, Drajad menyebut perlu ada komunikasi yang jelas ke masyarakat. Meski data BPS tidak menggambarkan kondisi per individu, tapi itu cukup menggambarkan kondisi nyata Indonesia.
"Tapi dari data situ saya lihat, oh memang mungkin komunikasi kebijakan, komunikasi mengenai data ini juga perlu kita jadikan langkah perbaikan," ucapnya.
Pertumbuhan Ekonomi
Dradjad mengungkapkan, kondisi ekonomi Indonesia saat ini dalam tren yang bagus, terutama daya beli. Menurutnya, narasi yang selama ini menyebut daya beli melemah justru terbantahkan oleh data BPS.Ia mengakui, sejumlah wilayah memang masih belum mencapai target pertumbuhan ekonomi. Meski begitu, selisih untuk memenuhi target tersebut sangat sedikit.
"Banyak yang di atas rata-rata nasional. Nah yang di bawah rata-rata nasional itu tetap sebagian dekat 5 persen," katanya. Drajad mengatakan, inovasi sederhana bisa mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Menurutnya, salah satu pekerjaan rumah saat ini adalah mendorong para kepala daerah untuk menghadirkan inovasi-inovasi yang sederhana.
"Jadi memang PR-nya salah satunya adalah bagaimana kita bisa mendorong para kepala daerah untuk meningkatkan pertumbuhan di daerahnya dengan inovasi-inovasi yang relatif simpel," jelasnya.
Ia mencontohkan, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan bisa menjadi contoh inovasi sederhana yang mendorong perekonomian. Inisiatif Bupati Sidrap untuk menggiling padi di daerahnya berdampak positif, padahal sebelumnya padi tersebut dikirim ke daerah lain untuk diolah.
"Dan ternyata penggilingannya itu menciptakan nilai tambah yang besar. Jadi artinya inovasi-inovasi tertentu yang tidak terlalu njelimet, itu ternyata bisa mendorong," jelasnya.