TEP ITS melatih kelompok nelayan dan ibu-ibu kelompok produksi olahan ikan. (Dokumentasi/ Istimewa)
TEP ITS Dampingi Nelayan Manokwari Selatan Tingkatkan Kualitas dan Nilai Jual Ikan
Silvana Febiari • 13 October 2026 17:18
Manokwari Selatan: Tim 20 Ekspedisi Patriot Institut Teknologi Sepuluh Nopember (TEP ITS) memelopori penguatan rantai nilai perikanan bagi nelayan di Kabupaten Manokwari Selatan. Program pendampingan hulu ke hilir ini menyasar kelompok nelayan di kampung Distrik Oransbari.
"Hari ini saya apresiasi besar sekali, terkait materi rantai dingin untuk nelayan," ujar Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Manokwari Selatan, Dessy Nurhayati di Balai Kampung Margomulyo, Oransbari, Selasa, 13 Oktober 2026.
Pendampingan TEP ITS difokuskan pada standarisasi penanganan hasil tangkap guna mendongkrak posisi tawar nelayan lokal. Tim TEP ITS juga menghadirkan simulasi metode rantai dingin agar kesegaran komoditas laut tetap terjaga hingga pasar skala besar.
.jpeg)
Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Manokwari Selatan, Dessy Nurhayati. (Dokumentasi/ Istimewa)
"Ikan yang akan dijual harus memiliki kualitas yang baik butuh penanganan yang baik pula dari penangkapan hingga masuk ke coolbox," tegas Dessy.
Tak hanya menjaga mutu bahan mentah, TEP ITS turut melatih kelompok nelayan dan ibu-ibu kelompok produksi olahan ikan, berupa ikan asar suwir dan abon ikan tuna. Pelatihan ini diperkuat dengan pengenalan pengemasan modern dan penentuan target pasar.
"Kita bisa menentukan branding dari hasil pengolahan ikan," ucap salah satu nelayan Distrik Oransbari, Sugiman.

TEP ITS melatih kelompok nelayan dan ibu-ibu kelompok produksi olahan ikan. (Dokumentasi/ Istimewa)
Rangkaian pembekalan ini juga membuka peluang kemitraan penyerapan komoditas tangkapan nelayan lokal dengan pelaku usaha yang lebih besar. Harapannya, nelayan dapat memahami proses penanganan hasil tangkapan dan memiliki daya jual yang lebih tinggi.
Program Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 merupakan kolaborasi strategis antara Kementerian Transmigrasi dengan sejumlah perguruan tinggi mitra, termasuk ITS. Pengabdian di kawasan transmigrasi ini guna mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui inovasi teknologi terapan, pembinaan komoditas unggulan, serta pembukaan akses pasar berkelanjutan.