Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat. Foto: Media Indonesia/Ihfa Firdausya.
Menteri Jumhur Targetkan Karhutla Padam Total dalam Hitungan Pekan
Ihfa Firdausya • 13 October 2026 15:54
Jakarta: Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat, menargetkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dapat dipadamkan total dalam beberapa pekan ke depan. Pengerahan puluhan ribu petugas di lapangan telah dilakukan.
"Tadi ngobrol dengan BNPB beberapa minggu ke depan lah (karhutla padam) tapi mungkin dengan intensitas yang sudah mulai berkurang. Seharusnya enggak sampai (satu bulan)," ujar Jumhur usai acara Prasasti Indonesia Policy Forum 2026 di The Ritz-Carlton Jakarta, dikutip dari Media Indonesia, Selasa, 13 Oktober 2026.
Jumhur menjelaskan puluhan ribu personel terus dikerahkan untuk memadamkan api. Meskipun, dihadapkan pada keterbatasan pasokan air serta armada water bombing.
Guna mencegah karhutla berulang, pemerintah tengah menginisiasi revisi Pasal 69 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Beleid tersebutmengizinkan pembukaan lahan dengan cara dibakar maksimal 2 hektare atas dalih kearifan lokal.
"Supaya pasal yang membolehkan membakar ladang untuk membuka lahan sampai dua hektare itu akan kita hapus. Karena itu titik masuknya," kata Jumhur.
.jpg)
Penanganan karhutla. Foto: Dok. Istimewa.
Pemerintah bakal melarang lahan konsesi terbakar yang belum ditanami tanaman industri untuk dialihfungsikan menjadi perkebunan sawit. Indikasi kesengajaan pembakaran di area tersebut akan dijatuhi sanksi berat.
"Kalau di wilayah konsesi yang belum ditanami tanaman industri atau kebun terbakar, kemudian kalau didiemin bisa-bisa jadi sawit tuh. Jadi tanaman industri. Berarti dia bakar sengaja tuh. Nah sekarang ada pemikiran tuh enggak boleh ditanam. Jadi yang sudah terbakar ya sudah," papar Jumhur.
Selektif Terima Bantuan Asing
Terkait tawaran bantuan dari negara tetangga, pemerintah masih mengkaji efektivitasnya. Hal ini dimaksudkan agar tepat sasaran dan signifikan menopang operasi yang sedang berjalan.
"Bantuan harus dilihat dulu apa bantuannya. Karena ada yang mengatakan mau beri bantuan sampai 50 orang. Ya kita sudah puluhan ribu mengerahkan. Tapi kita terima kasih lah ada keinginan membantu. Jadi bantuan-bantuan seperti apa yang memungkinkan itu lagi kita lihat," kata Jumhur.
Bantuan teknis seperti armada water bombing akan dikurasi secara ketat terlebih dahulu. Hal ini guna efektivitas pelaksanaan di lokasi terdampak karhutla.
"Kalau misalnya mau bantu water bombing. Sekarang kita udah berapa banyak mengerahkan itu juga. Jadi signifikan atau tidak daripada nanti salah-salah lebih baik kita kurasi dulu lah. Biar pas begitu," kata Jumhur.