Kementerian PU menyiapkan pembangunan dua sabo dam di Sungai Batang Baliang, Sumatra Barat. (Foto: Kementerian PU)
Mitigasi Bencana di Solok, Kementerian PU Pasang EWS dan Bangun Sabo Dam
Lukman Diah Sari • 13 October 2026 20:49
Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memasang sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS) di tiga titik di Kabupaten Solok, Sumatra Barat. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan pembangunan dua sabo dam di Sungai Batang Baliang sebagai langkah mitigasi ancaman bencana banjir bandang atau galodo di wilayah tersebut.
Pemasangan EWS telah dirampungkan pada awal Oktober 2026. Sementara itu, pembangunan dua sabo dam disiapkan untuk mengendalikan aliran debris serta menahan material kayu, lumpur, dan sedimen agar tidak menyapu kawasan hilir dan permukiman warga.
Menteri PU Dody Hanggodo telah menginstruksikan jajaran Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) untuk mempercepat pembangunan sabo dam di bagian hulu Sungai Batang Baliang. Langkah ini diambil mengingat aliran sungai yang masih deras usai hujan serta banyaknya material kayu yang menumpuk di bagian hulu.
"Saya sudah menginstruksikan Pak Dirjen Sumber Daya Air untuk mempercepat pembangunan sabo dam. Di bagian hulu Batang Baliang harus segera dibangun, paling tidak jika masih ada kayu atau lumpur dapat tertahan di atas (hulu),” kata Menteri Dody di Jakarta, Selasa, 13 Oktober 2026.
Penempatan dua unit sabo dam ini akan ditentukan berdasarkan kajian teknis di sepanjang alur Sungai Batang Baliang. Dimensi akhir, kapasitas tampungan, dan detail konstruksi akan digarap melalui perencanaan teknis Balai Teknik Sabo bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatra V Padang.
Sabo dam dirancang sebagai bangunan melintang sungai untuk mengendalikan aliran debris. Infrastruktur ini diharapkan dapat mengurangi energi aliran dan mengatur pergerakan material sedimen, sehingga risiko penumpukan material dalam jumlah besar di hilir dapat ditekan.
.jpeg)
Kementerian PU menyiapkan pembangunan dua sabo dam di Sungai Batang Baliang, Sumatra Barat. (Foto: Kementerian PU)
Terkait EWS yang telah beroperasi, perangkat tersebut difungsikan untuk memantau sejumlah parameter lingkungan, meliputi curah hujan, pergerakan atau kemiringan tanah, serta kelembapan tanah. Seluruh data dari sensor di lapangan langsung ditransmisikan ke sistem dasbor untuk dianalisis secara berkala guna meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana.
Di sisi lain, Kementerian PU masih terus melakukan penanganan tanggap darurat di Sungai Batang Baliang. Berdasarkan laporan per 12 Oktober 2026, progres perbaikan alur sungai dan pembersihan material banjir telah mencapai 740 meter dari target keseluruhan 1.900 meter.
Pekerjaan perkuatan tebing lainnya meliputi pemasangan cobble stone dengan target sepanjang 500 meter dan bronjong sepanjang 600 meter. Guna mendukung percepatan penanganan tersebut, BWS Sumatra V Padang telah mengerahkan 19 unit alat berat, yang terdiri atas sembilan ekskavator, dua ekskavator breaker, satu ekskavator long arm, tiga mobile pump, dan empat dump truck.