Karhutla di Kalsel Tembus 27 Ribu Hektare

Petugas berjibaku memadamkan titik karhutla di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, beberapa waktu lalu. ANTARA/Bayu Pratama S

Karhutla di Kalsel Tembus 27 Ribu Hektare

Whisnu Mardiansyah • 14 October 2026 22:33

Banjarbaru: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan mencatat 4.926 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sepanjang 1 Januari hingga 14 Oktober 2026. Total luas lahan yang terdampak mencapai 27.202,97 hektare.

Kepala BPBD Provinsi Kalimantan Selatan Ronny Eka Saputra mengatakan data tersebut dihimpun dari hasil pemantauan dan rekapitulasi kejadian karhutla di 13 kabupaten/kota hingga 14 Oktober 2026. Data itu mencakup jumlah kejadian serta luasan lahan terdampak di setiap wilayah.

Selain kejadian kebakaran, BPBD Kalsel mencatat 44.741 titik panas atau hotspot. Data tersebut berasal dari Sistem Pemantauan Karhutla (SIPONGI) Kementerian Kehutanan dengan dukungan citra satelit NASA-MODIS, NASA-SNPP, dan NASA-NOAA20.

“Kabupaten Banjar menjadi wilayah dengan jumlah kejadian karhutla tertinggi, yakni 1.116 kejadian dengan luas lahan terdampak 7.054,12 hektare,” ujarnya, seperti dilansir Antara, Rabu, 14 Oktober 2026.

Kota Banjarbaru menempati urutan berikutnya dengan 919 kejadian yang berdampak pada lahan seluas 3.343,03 hektare. Sementara itu, Kabupaten Tanah Laut mencatat 731 kejadian dengan luas lahan terdampak 3.551,98 hektare.
 


Kabupaten Hulu Sungai Selatan mencatat 556 kejadian dengan luas terdampak 4.209,05 hektare. Berikutnya, Kabupaten Barito Kuala mengalami 467 kejadian dengan luas lahan terdampak 3.276,82 hektare, sedangkan Kabupaten Tapin mencatat 356 kejadian yang berdampak pada 2.700,78 hektare lahan.

Di wilayah lainnya, Kabupaten Tanah Bumbu mencatat 232 kejadian dengan luas terdampak 725,85 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Utara mengalami 146 kejadian dengan luas 1.088,92 hektare, disusul Kabupaten Balangan dengan 144 kejadian seluas 582,86 hektare.

Adapun Kabupaten Hulu Sungai Tengah mencatat 92 kejadian karhutla yang berdampak pada 297,49 hektare lahan.


Ilustrasi penanganan karhutla. Foto: Dok. Antara.


Di tingkat kota, Banjarmasin melaporkan 69 kejadian dengan luas lahan terdampak 24,36 hektare. Kabupaten Kotabaru mencatat 66 kejadian seluas 192,31 hektare, sedangkan Kabupaten Tabalong menjadi wilayah dengan jumlah kejadian paling sedikit, yakni 32 kejadian dengan luas terdampak 155,43 hektare.

BPBD Kalsel terus memantau perkembangan karhutla dan memperbarui data kejadian di seluruh wilayah. Informasi mengenai jumlah kebakaran, luas lahan terdampak, serta persebaran titik panas digunakan sebagai bahan evaluasi dan koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota serta instansi terkait.

Ronny mengingatkan masyarakat untuk turut mendukung upaya pencegahan kebakaran dengan tidak membakar lahan dan menjaga lingkungan. Warga juga diminta segera melaporkan indikasi kebakaran kepada petugas atau instansi terkait.

“Kami terus mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan, menjaga lingkungan, serta segera melaporkan indikasi kebakaran kepada petugas atau instansi terkait untuk mendukung upaya pencegahan dan pengendalian karhutla,” ujar Ronny.

(Whisnu M)