Kiriman Sampah Jakarta Berlanjut, Kompensasi Warga Bantar Gebang Nunggak 4 Bulan

Pemukiman warga di sekitar TPST Bantar Gebang. Foto: Metrotvnews.com/Arini Noviawati Gunawan.

Kiriman Sampah Jakarta Berlanjut, Kompensasi Warga Bantar Gebang Nunggak 4 Bulan

Gabriella Thesa Widiari • 29 October 2026 16:16

Jakarta: Warga Sumur Batu, Kecamatan Bantar Gebang, Bekasi, mengeluhkan penanganan sampah dan pencairan dana kompensasi yang dijanjikan pemerintah. Di tengah masa perpanjangan kerja sama pembuangan sampah, hak atas uang bau warga justru dilaporkan tertahan hingga empat bulan.

“Enggak, tetap ngirim truk sampah. Enggak ada yang ditutup, ini sama aja kayak sekarang, truk sampah tetap ke sini,” ujar Hasan warga setempat saat ditemui tim Metrotvnews.com di lokasi, Bekasi, Kamis, 29 Oktober, 2026.

Pengiriman sampah dari Jakarta ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang dipastikan tetap berjalan normal tanpa adanya penghentian operasional. Namun, dana kompensasi dampak lingkungan yang menjadi hak warga setempat justru tak kunjung dicairkan.

“Wah enggak ada sih, ini saya sudah empat bulan enggak turun-turun. Harusnya bukan dijanjikan lagi, seharusnya memang sudah turun sekitar Rp1.200.000 per KK,” kata Hasan.

Hasan mengungkapkan dana kompensasi miliknya sempat cair beberapa waktu lalu, tetapi nominal yang diterima tidak sesuai ketentuan. Ketidaksesuaian besaran bantuan tersebut memicu keluhan di kalangan penerima manfaat.

“Seharusnya kan itu turun Rp1.200.000, tetapi ini cuma Rp600.000,” ujar Hasan.

Warga lainnya, Apong, menilai penundaan hak kompensasi ini tidak sebanding dengan paparan polusi bau serta dampak lingkungan yang harus mereka terima setiap hari. Keluhan tersebut mencerminkan beratnya beban warga yang tinggal di sekitar kawasan pengolahan sampah.

“Sekarang sudah empat bulan nih kita belum terima ini. Sebenarnya enggak keukur sama uang,” ujar Apong.

Polemik penundaan dana ini juga diperparah oleh perubahan pola pencairan dari triwulanan menjadi dua bulanan yang sempat membingungkan warga. Meski begitu, warga mendapat kepastian dari pihak pengelola bahwa proses pencairan akan segera direalisasikan pada akhir bulan ini.

"Biasanya kita ambil Rp1.200.000 per tiga bulan, terus kemarin sempat berubah jadi per dua bulan dapat Rp800.000. Sekarang sudah empat bulan belum terima kompensasi, tapi katanya sih akhir bulan ini," ujar Apong.


Apong, warga sekitar TPST Bantar Gebang. Foto: Metrotvnews.com/Arini Noviawati Gunawan.

Kendala administratif turut memperumit distribusi bantuan bagi sebagian warga pendatang yang belum merampungkan proses perpindahan domisili resmi. Kondisi tersebut membuat sejumlah warga belum pernah merasakan hak kompensasi sejak tinggal di kawasan itu.

“Baru pindah ke daerah ini sekitar tiga tahun lalu, jadi urus surat pindah belum selesai hingga sekarang. Saya enggak pernah dapat 'Uang Bau',” ujar Indah.

Di sisi lain, aktivitas pengiriman sampah dari Ibu Kota ke lokasi TPST terpantau tetap beroperasi tanpa hambatan sepanjang waktu. Ratusan armada truk sampah tercatat keluar-masuk kawasan tersebut secara bergantian dalam tiga sif kerja setiap harinya.

“Per sif 200. Ada yang kalau shift 2 sama shift 3 dua ratus lebih, kalau shift 1 sama jam 12.00 malam tuh itu agak berkurang tuh di bawah dua ratusan,” ujar petugas keamanan setempat.


(Metrotvnews.com/Arini Noviawati Gunawan)

(Gabriella Thesa Widiari)