Ilustrasi. Foto: Dok Danantara
34 Institusi Keuangan Gabung Lenders Panel PSEL Danantara, Ini Tujuannya
Eko Nordiansyah • 19 October 2026 11:43
Jakarta: Danantara Indonesia melalui PT Danantara Investment Management (DIM) dan PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) telah menyelesaikan pembentukan lenders panel untuk program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Sebanyak 34 institusi keuangan ditetapkan sebagai anggota panel setelah melalui proses evaluasi.
Lenders panel merupakan kelompok calon pemberi pinjaman dan mitra pembiayaan yang dibentuk untuk mendukung pembiayaan pipeline proyek PSEL di berbagai wilayah Indonesia. Chief Financial Officer Denera M. Ramadhan Harahap mengatakan, pembentukan lenders panel menjadi langkah penting dalam memetakan kapasitas dan minat institusi keuangan untuk mendukung pengembangan proyek PSEL.
"Dengan basis calon mitra yang memiliki pengalaman dan kapabilitas pembiayaan berbeda, kami dapat menjajaki struktur pendanaan yang paling sesuai dengan kebutuhan setiap proyek. Aspek kelayakan, struktur komersial, dan risiko tetap menjadi pertimbangan utama dalam proses penyiapan pembiayaan," kata dia dalam keterangan tertulis, Senin, 19 Oktober 2026.
Melalui panel ini, DIM dan Denera memetakan minat serta kapasitas pembiayaan institusi keuangan, baik di tingkat portofolio maupun proyek individual, sebelum proses pembiayaan formal dimulai. Informasi tersebut menjadi dasar untuk menjajaki struktur pendanaan yang sesuai, mulai dari pinjaman, fasilitas nontunai, hingga solusi pembiayaan lainnya.
Salah satu hasil utama pembentukan lenders panel adalah minat pembiayaan indikatif yang mencapai lebih dari tiga kali estimasi kebutuhan utang program PSEL. Angka ini mencerminkan tingginya ketertarikan institusi keuangan domestik dan internasional terhadap peluang pembiayaan program PSEL.
"Nilai indikatif merupakan gambaran awal ketertarikan dan kapasitas pendanaan, yang akan ditindaklanjuti melalui proses evaluasi dan persetujuan kredit sesuai ketentuan yang berlaku," ungkap dia.
Adapun 34 anggota lenders panel mencakup institusi pembiayaan proyek internasional yang berpengalaman dalam pembiayaan lintas negara, bank pembangunan multilateral, lembaga pembiayaan pembangunan bilateral, lembaga pembiayaan infrastruktur, dan pengelola dana iklim.
"Selain itu, terdapat bank-bank besar dari dalam negeri, termasuk Himbara, bank swasta nasional, serta bank komersial, bank internasional yang beroperasi di Indonesia, dan bank syariah," ujar dia.

(Ilustrasi. Foto: Dok MI)
Proses seleksi transparan
PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) ditunjuk oleh DIM dan Denera sebagai financial advisor sekaligus konsultan pembentukan lenders panel. Proses pembentukan lenders panel dimulai pada Juli 2026 melalui pengumuman terbuka dan undangan langsung kepada institusi keuangan domestik maupun internasional.Setiap pengajuan kemudian dievaluasi berdasarkan kapasitas finansial, pengalaman dan kemampuan eksekusi pembiayaan, fleksibilitas, serta kesesuaian strategis dengan kebutuhan program PSEL.
Selanjutnya, setiap pembiayaan akan tunduk pada evaluasi kelayakan, proses uji tuntas (due diligence), persetujuan internal masing-masing institusi, dan pemenuhan persyaratan yang berlaku.
Melalui inisiatif ini, ia mengungkapkan, DIM dan Denera memperkuat kesiapan pembiayaan sebagai salah satu fondasi pengembangan proyek PSEL nasional.
"Pendekatan ini juga membuka ruang bagi keterlibatan modal swasta dan internasional dalam pembiayaan infrastruktur pengolahan sampah, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, tata kelola yang baik, serta keberlanjutan finansial jangka panjang," jelas dia.