Serangan Israel Tewaskan Sepasang Suami Istri di Gaza

Ambulans yang membawa warga Gaza korban serangan Israel. Foto: Anadolu

Serangan Israel Tewaskan Sepasang Suami Istri di Gaza

Fajar Nugraha • 20 October 2026 10:58

Gaza: Sepasang suami istri tewas di dekat Kompleks Medis Al-Shifa di Kota Gaza, sementara lainnya terluka akibat gempuran artileri Israel di wilayah tengah Gaza.

“Seorang pria Palestina beserta istrinya tewas dan beberapa orang lainnya terluka pada Selasa 20 Oktober 2026 dini hari waktu setempat dalam serangan Israel yang menyasar sebuah apartemen hunian di dekat Kompleks Medis Al-Shifa, di bagian barat Kota Gaza,” ungkap sumber medis kepada Anadolu.

Sumber tersebut mengidentifikasi para korban sebagai Akram Yassin dan istrinya, Dina Yassin.

Secara terpisah, artileri Israel menggempur wilayah di sebelah timur kamp pengungsi Bureij di Gaza tengah. Belum ada laporan mengenai korban jiwa atau luka-luka dalam peristiwa ini.

Serangan-serangan tersebut terjadi di tengah terus berlanjutnya pelanggaran Israel terhadap perjanjian gencatan senjata yang telah berlaku sejak Oktober 2025.

“Pada Senin 19 Oktober 2026, seorang warga Palestina tewas dan tiga lainnya terluka dalam serangkaian serangan Israel di berbagai titik di Jalur Gaza,” menurut keterangan sumber medis.

Sebuah pesawat nirawak (drone) Israel menyerang sekelompok warga sipil di lingkungan Sheikh Radwan, sebelah barat Kota Gaza, yang mengakibatkan satu pria tewas dan dua orang lainnya terluka.

Seorang warga Palestina lainnya mengalami luka-luka ketika pasukan Israel melepaskan tembakan ke arah tenda-tenda tempat berlindungnya warga pengungsi di sebelah barat daya Khan Younis, di Gaza selatan.

Pelanggaran Israel terhadap perjanjian gencatan senjata telah menewaskan 1.522 warga Palestina dan melukai 5.421 orang lainnya, berdasarkan data yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan Gaza.

Sejak Oktober 2023, serangan militer Israel di Jalur Gaza telah menewaskan lebih dari 74.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 175.000 orang lainnya, sekaligus menyebabkan kehancuran luas yang berdampak pada sekitar 90% infrastruktur sipil.

(Fajar Nugraha)