Kuningan Siapkan Festival Lari yang Memadukan Wisata Alam dan Tradisi Desa

Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, bersama Ketua Umum Barisan 8 Center Andrio Caesario dan Ketua DPW Jawa Barat Rahmat Sulaeman, Kuningan Wellness Festival 2027 saat konferensi pers. Dokumentasi/ istimewa.

Kuningan Siapkan Festival Lari yang Memadukan Wisata Alam dan Tradisi Desa

Deny Irwanto • 18 October 2026 07:33

Kuningan: Menjelajahi alam melalui olahraga lari sekaligus mengenal tradisi dan kehidupan masyarakat desa menjadi konsep yang disiapkan dalam Kuningan Wellness Festival 2027. Agenda yang direncanakan berlangsung pada Mei 2027 ini mulai diperkenalkan melalui soft launching pada 17 Oktober 2026, bertepatan dengan pelaksanaan tradisi Sedekah Bumi di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Festival tersebut dirancang untuk memadukan trail run, wisata alam, kebugaran, serta pengalaman budaya lokal. Melalui konsep ini, aktivitas olahraga diharapkan dapat menjadi salah satu cara bagi wisatawan untuk menikmati potensi daerah sekaligus mengenal kehidupan masyarakat setempat.

Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, bersama Ketua Umum Barisan 8 Center Andrio Caesario dan Ketua DPW Jawa Barat Rahmat Sulaeman, menyampaikan pengenalan awal festival tersebut. Kegiatan ini menjadi bagian dari kolaborasi Pemerintah Kabupaten Kuningan dan Barisan 8 Center dalam mengembangkan potensi olahraga dan pariwisata daerah.

"Targetnya menurut panitia sekitar 5.000 wisatawan melalui kegiatan olahraga dan budaya. Rencananya kegiatan ini dikemas selama tiga hari,” kata Dian di Kuningan, Sabtu, 17 Oktober 2026.

Menurut dia, rangkaian kegiatan tersebut dirancang agar wisatawan mengikuti aktivitas olahraga, sembari berinteraksi dengan masyarakat selama berada di Kabupaten Kuningan.

Pihaknya pun merekomendasikan peserta menginap di fasilitas glamping atau rumah inap (homestay), sehingga mereka dapat merasakan suasana lingkungan setempat dan mengenal kehidupan warga.

Dian menjelaskan wisatawan diarahkan pula untuk mengikuti kegiatan budaya, seperti belajar membuat angklung dan mengenal aktivitas masyarakat yang berkaitan dengan budidaya ikan.

"Wisatawan akan berbaur mengenal tradisi budaya kami, bisa membuat angklung, budidaya ikan, dan sebagainya. Mereka juga bisa menikmati pemandangan alam yang kami punya," jelasnya.

Kuningan Wellness Festival 2027 tidak hanya diarahkan sebagai ajang olahraga lari lintas alam. Festival ini juga dirancang menghadirkan pengalaman wisata yang menghubungkan peserta dengan kekayaan alam, tradisi, kuliner, dan aktivitas ekonomi masyarakat lokal.

Salah satu konsep yang disiapkan adalah Live in the Village, yakni pengalaman tinggal dan berinteraksi langsung dengan warga desa. Melalui program ini, peserta maupun pengunjung berpeluang mengenal budaya setempat, mencicipi kuliner khas, serta melihat lebih dekat aktivitas masyarakat dan potensi wisata berbasis komunitas.

"Kita sebagai barisan 8 center ingin mengangkay potensi wisata dan umkum di seluruh pelosok indonesia salah satu nya pilot project nya di kabupaten kuningan," ungkap Andrio Caesario.

Pendekatan tersebut membuka peluang agar perjalanan mengikuti ajang lari tidak berhenti setelah peserta mencapai garis finis. Pengalaman berwisata dan berinteraksi dengan warga diharapkan menjadi bagian dari daya tarik kegiatan, sekaligus memberi ruang bagi masyarakat untuk terlibat dalam pengembangan pariwisata.

Dari sisi ekonomi, festival ini direncanakan menyediakan area bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memasarkan produk mereka kepada peserta dan pengunjung. Unsur hiburan juga akan disiapkan agar kegiatan dapat dinikmati masyarakat luas, termasuk mereka yang tidak mengikuti kompetisi lari.


Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, bersama Ketua Umum Barisan 8 Center Andrio Caesario dan Ketua DPW Jawa Barat Rahmat Sulaeman, Kuningan Wellness Festival 2027 saat konferensi pers. Dokumentasi/  istimewa.

Penyelenggaraan festival dikoordinasikan oleh Said Abdullah Abri, Kepala Biro Industri dan Perekonomian DPP Barisan 8 Center. Koordinasi tersebut mencakup persiapan kegiatan dan pengembangan konsep yang mengintegrasikan olahraga, pariwisata, industri kreatif, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Setelah soft launching pada Oktober 2026, grand launching direncanakan berlangsung pada November 2026. Tahap tersebut akan menjadi kesempatan untuk memperkenalkan konsep acara secara lebih luas, termasuk rencana program, keterlibatan mitra, serta peluang kerja sama dengan sponsor dan pelaku usaha.

Adapun pelaksanaan utama Kuningan Wellness Festival 2027 direncanakan pada Mei 2027. Rangkaian kegiatan dan bentuk partisipasi berbagai pihak akan dipersiapkan secara bertahap melalui koordinasi dengan pemangku kepentingan terkait.

Dengan memadukan olahraga lari lintas alam, wisata, budaya, dan kegiatan ekonomi lokal, festival ini berpotensi menjadi ruang pertemuan antara pengunjung dan masyarakat. Bagi Kabupaten Kuningan, pengembangan konsep tersebut juga menjadi peluang untuk memperkenalkan daya tarik daerah melalui pengalaman wisata yang lebih dekat dengan alam dan kehidupan warga.

Keberhasilan penyelenggaraannya nantinya akan bergantung pada kesiapan rute, fasilitas peserta, pengelolaan lingkungan, serta keterlibatan masyarakat lokal. Dengan perencanaan yang matang, kegiatan ini diharapkan dapat menghadirkan pengalaman berlari yang sekaligus membuka kesempatan bagi wisatawan untuk mengenal Kuningan lebih jauh.

 

(Deny Irwanto)