Founder Rembuk Pemuda, Aidil Afdan Pananrang. Dokumentasi/ istimewa.
Menjelang Satu Abad Sumpah Pemuda, Generasi Muda Didorong Perkuat Kolaborasi
Deny Irwanto • 15 October 2026 21:32
Jakarta: Menjelang satu abad Sumpah Pemuda pada 2028, kolaborasi antargenerasi muda menjadi salah satu hal yang perlu diperkuat untuk menjawab tantangan pembangunan. Semangat persatuan yang diwariskan pada 1928 diharapkan tidak hanya menjadi catatan sejarah, tetapi juga tercermin dalam kerja sama dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Salah satu upaya mempertemukan gagasan anak muda dari berbagai daerah akan dilakukan melalui Rembuk Nasional Pemuda Indonesia (RNPI) ke-3 pada 31 Oktober 2026. Forum yang diselenggarakan Rembuk Pemuda tersebut dijadwalkan menghadirkan perwakilan dari berbagai provinsi di Indonesia.
Kegiatan ini sekaligus menandai tiga tahun perjalanan Rembuk Pemuda sejak dideklarasikan pada September 2023. Organisasi tersebut menjadi ruang bagi generasi muda dari beragam latar belakang untuk bertukar pikiran, membangun jejaring, dan membahas peluang kolaborasi dalam menjawab persoalan masyarakat.
"Menjelang satu abad Sumpah Pemuda, kita perlu memastikan bahwa semangat persatuan tidak berhenti sebagai warisan sejarah, tetapi terus hidup dalam tindakan generasi hari ini. Anak muda perlu memiliki ruang untuk mengembangkan kapasitas, membangun karakter, dan berkontribusi dalam menjawab persoalan bangsa. RegenerasiAidilmimpinan menjadi penting agar nilai-nilai kebangsaan dapat terus diwujudkan melalui tanggung jawab dan kerja nyata," kata Founder Rembuk Pemuda, Aidil Afdan Pananrang, dalam keterangan dikutip, Kamis, 15 Oktober 2026.
Mempertemukan Gagasan dari Berbagai Daerah
Ketua Panitia RNPI ke-3, Sultan Rivandi, mengatakan forum tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat konsolidasi gerakan pemuda Indonesia. Menurutnya, perbedaan latar belakang dan bidang pengabdian dapat menjadi kekuatan apabila disertai kemauan untuk bekerja bersama.

Founder Rembuk Pemuda, Aidil Afdan Pananrang. Dokumentasi/ istimewa.
"Pertanyaan penting bagi kita bukan hanya apa yang telah diwariskan oleh generasi terdahulu, tetapi juga apa yang akan kita wariskan kepada generasi berikutnya. Persatuan harus diterjemahkan ke dalam kemampuan untuk bekerja bersama, bertukar gagasan, dan mengambil tanggung jawab," jelas Sultan.
Melalui RNPI ke-3, peserta diharapkan dapat berbagi perspektif mengenai tantangan di daerah masing-masing sekaligus mengidentifikasi peluang kerja sama lintas sektor. Pertemuan antardaerah juga dapat menjadi ruang untuk memahami persoalan masyarakat dari sudut pandang yang beragam.
Menjaga Semangat Persatuan Tetap Relevan
Sejak diikrarkan pada 28 Oktober 1928, Sumpah Pemuda menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah persatuan Indonesia. Menjelang peringatan satu abadnya, nilai persatuan tersebut tetap relevan di tengah perubahan sosial, perkembangan teknologi, dan beragam tantangan pembangunan.
Memasuki tahun ketiga perjalanannya, Rembuk Pemuda menyatakan komitmen untuk terus menjadi ruang konsolidasi bagi generasi muda dari berbagai daerah dan latar belakang.
"Dalam 3 tahun berdiri, melalui semangat Berembuk, Beraksi, dan Berdampak, Rembuk Pemuda meyakini dan berkomitmen bahwa kontribusi generasi muda dapat tumbuh dari berbagai bidang, daerah, dan latar belakang. Sebab, masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh gagasan besar, tetapi juga oleh kesediaan untuk mendengarkan, berkolaborasi, dan bekerja bersama mewujudkan perubahan yang nyata," ujar Aidil.
Melalui penyelenggaraan RNPI ke-3, kolaborasi pemuda menjadi salah satu isu yang diangkat menjelang peringatan satu abad Sumpah Pemuda. Tantangan berikutnya adalah menerjemahkan pertukaran gagasan menjadi kegiatan dan kerja sama yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di berbagai daerah.