Bahas Proposal untuk Akhiri Perang, Utusan Trump Bertemu Putin di Rusia

Utusan Gedung Putih Steve Witkoff dijadwalkan bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Foto: Anadolu

Bahas Proposal untuk Akhiri Perang, Utusan Trump Bertemu Putin di Rusia

Fajar Nugraha • 21 October 2026 13:35

St.Petersburg: Utusan Gedung Putih Steve Witkoff dijadwalkan bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Rabu untuk menyampaikan proposal terbaru yang bertujuan mengakhiri perang di Ukraina.

Menurut laporan Anadolu pada Rabu 21 Oktober yang mengutip seorang pejabat Amerika Serikat (AS), menantu Presiden Donald Trump, Jared Kushner, akan mengikuti pertemuan tersebut secara virtual.

Pertemuan itu akan berlangsung setelah Witkoff menggelar pembicaraan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, di tengah upaya pemerintahan Trump mendorong jalur diplomatik untuk mengakhiri konflik.

Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Store mengatakan pada Selasa bahwa Witkoff akan berangkat ke St. Petersburg pada Rabu untuk bertemu dengan para pemimpin Rusia dan menyampaikan gagasan yang dibahas dalam pertemuan dengan para pemimpin Ukraina dan negara-negara Nordik di Norwegia.

Dalam konferensi pers di Oslo bersama Zelensky dan Presiden Finlandia Alexander Stubb, Store mengatakan Witkoff akan bertukar pandangan mengenai proposal yang disusun oleh pejabat Eropa dan AS. Pembahasan tersebut berpotensi membuka jalan bagi pertemuan di tingkat pemimpin negara.

Store menyebut pembicaraan di Norwegia berlangsung “baik dan konstruktif”. Ia menekankan pentingnya kerja sama berkelanjutan untuk mendorong upaya diplomatik guna mengakhiri perang di Ukraina.

Pada Selasa, Trump mengatakan Uni Eropa mulai “lelah mengeluarkan uang” untuk Ukraina dan mendesak Zelensky mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang dengan Rusia.

Saat ditanya apakah proses perdamaian kembali berjalan setelah pembicaraan di Oslo, Trump mengatakan, “Saya pikir yang terjadi adalah Rusia ingin menyelesaikan ini.”

“Rusia adalah mesin besar. Mereka terus bergerak maju. Mereka memiliki persediaan personel yang tidak terbatas,” pungkas Trump.


(Razaqa Hariz)

(Fajar Nugraha)