Demi Keselamatan, Jalur Pendakian Sejumlah Gunung di Jawa Diminta Tutup

Arsip - Petugas gabungan melakukan pemantauan karhutla Bromo dari jarak aman di Kabupaten Probolinggo, Jumat, 16 Oktober 2026. ANTARA/HO-BPBD Probolinggo

Demi Keselamatan, Jalur Pendakian Sejumlah Gunung di Jawa Diminta Tutup

Silvana Febiari • 21 October 2026 18:13

Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau pemerintah daerah dan pengelola taman nasional untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan pegunungan. Mereka juga diminta menutup jalur pendakian. 

“Ditutup demi keamanan, jalur pendakian di sejumlah gunung seperti Gede Pangrango, Semeru, dan Ijen,” kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, dilansir dari Antara, Rabu, 21 Oktober 2026.

Ancaman karhutla di kawasan pegunungan di Pulau Jawa menjadi perhatian menyusul sejumlah kejadian kebakaran yang ditangani petugas. BNPB mencatat penanganan kebakaran telah dilakukan hingga 13 kali di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dan 16 kali di wilayah Gunung Kawi.


Kebakaran juga melanda kawasan Gunung Sumbing di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, yang mencakup Kecamatan Kalikajar, Kaliangkrik, dan Kajoran.

Berdasarkan laporan yang diterima BNPB, kebakaran di kawasan hutan Gunung Sumbing menghanguskan lahan seluas 140 hektare yang tersebar di 14 titik api. Insiden tersebut juga memaksa lebih dari 160 pendaki dievakuasi dari lokasi kejadian.


Kobaran api membakar hutan kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu terlihat dari Desa Tarubatang, Selo, Boyolali, Jateng, Jumat (13/9) malam. ANTARA/Mohamad Ayudha

Di tengah rangkaian peristiwa tersebut, BNPB menyampaikan dukacita atas gugurnya lima relawan yang bertugas menangani kebakaran hutan dan lahan di kawasan pegunungan TNBTS.

“Kepada lima pahlawan karhutla ini, kami sampaikan rasa penghormatan yang setinggi-tingginya dan duka cita yang mendalam. Semoga seluruh keluarga dan handai tolan diberikan kekuatan oleh Tuhan Yang Maha Esa,” ujar Berton.

(Silvana Febiari)