Imbas Karhutla, Pemprov Jateng Minta Seluruh Pendakian Ditutup

Kobaran api membakar Gunung Sumbing semakin terlihat membesar pada Rabu (21/10) malam dan semakin sulit untuk dipadamkan. (Foto: MI/Akhmad Safuan)

Imbas Karhutla, Pemprov Jateng Minta Seluruh Pendakian Ditutup

Haryanto • 23 October 2026 07:12

Semarang: Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah meminta penutupan sementara seluruh jalur pendakian dan pembatasan aktivitas di lereng gunung. Langkah tegas ini diambil imbas meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah pegunungan strategis di wilayah tersebut.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, menyebut kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari masukan Polda Jateng kepada Balai Taman Nasional.

"Kejadian kebakaran  di Gunung Lawu dan Sumbing diduga karena  human error. Dugaan awal ya. Karenanya, aktivitas kegiatan di gunung ini, baik itu petani maupun pendaki, harapannya bisa diminimalisir untuk tidak menggunakan api di atas," kata Bergas di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Kamis, 22 Oktober 2026.

Saran penutupan tersebut telah ditindaklanjuti oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jateng dengan menginstruksikan Balai Taman Nasional dan Perhutani, serta ditembuskan kepada unsur TNI-Polri.

Di sisi lain, operasi pemadaman terus digenjot di Gunung Lawu, Gunung Sumbing, hingga yang terbaru di kawasan Gunung Pakuwaja, Dieng. Penanganan dilakukan melalui jalur darat dan udara (water bombing) sekaligus pembuatan sekat bakar. Upaya ini krusial mengingat jarak titik api di Gunung Lawu kini hanya tersisa 5 kilometer dari permukiman warga.

Kepala DLHK Provinsi Jawa Tengah, Heru Djatmika, membenarkan penerbitan surat edaran perihal penutupan sementara jalur pendakian tersebut.

"Baik Gunung Lawu, Gunung Merbabu, Gunung Sumbing, Gunung Sindoro, maupun Gunung Slamet dan lainnya untuk sementara waktu menutup pintu masuk pendakian," katanya.

Kobaran api membakar Gunung Sumbing semakin terlihat membesar pada Rabu (21/10) malam dan semakin sulit untuk dipadamkan. (Foto: MI/Akhmad Safuan)

Keputusan ini didasari status Siaga Darurat Bencana Kekeringan dan Karhutla di Jawa Tengah. Terlebih, pada saat insiden kebakaran di Gunung Sumbing pecah, tim gabungan harus mengevakuasi darurat sedikitnya 152 pendaki yang tengah berada di atas gunung.

"Kejadian kebakaran di Gunung Lawu dan Gunung sebagaimana yang disampaikan Bapak Kapolda indikasinya karena human error. Mengingat kejadian itu, kami berkoordinasi dengan Polda Jateng untuk menutup semua jalur pendakian yang ada di Jawa Tengah. Demikian kami maksudkan untuk mengeliminasi apabila hal-hal yang tidak diinginkan," jelas Heru.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa penanganan kebakaran di Gunung Lawu dan Gunung Sumbing telah berstatus tanggap darurat, ditopang kekuatan armada udara dari TNI dan BNPB.

"Bupati sudah koordinasi dengan kita. Sudah ditingkatkan menjadi tanggap bencana. Juga ada dua heli dari TNI yang nanti operasional oleh BNPB. Kalau bisa water bombing di Lawu kita geser ke Sumbing. Sehingga dua tempat ini bisa kita atasi bersama-sama," kata Luthfi.

(Lukman Diah Sari)