Petugas menunjukkan plasma darah beku di Unit Pengelola Darah PMI Kota Tangerang, Banten, Kamis (11/9/2025). ANTARA FOTO/Putra M. Akbar
Kemenkes Ungkap 3 Tantangan Pengembangan Ekosistem Plasma Nasional
Achmad Zulfikar Fazli • 7 October 2026 15:51
Jakarta: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tengah membuat regulasi untuk mengembangkan ekosistem plasma nasional. Namun, ada tiga tantangan yang perlu diatasi untuk pengembangan ekosistem plasma nasional dan memperkuat ketahanan kesehatan Indonesia.
Ketua Tim Kerja Kelainan Darah dan Gangguan Imunologi Kemenkes Aswardi mengungkapkan keterbatasan sumber daya menjadi salah satu tantangan dalam penyediaan plasma di Indonesia. Tanpa sumber daya yang memadai, sulit untuk menyediakan Produk Obat Derivat Plasma (PODP).
"Yang berikutnya ketersediaan atau kesiapan masyarakat menjadi donor. Hal ini justru menjadi kunci bagi kita semua, bagaimana PODP ini dapat diimplementasikan kalau masyarakat sudah siap atau mau berperan aktif dalam donor," kata Aswardi di Jakarta, dilansir Antara, Rabu, 7 Oktober 2026.
Aswardi mengungkapkan tantangan ketiga adalah kolaborasi dari berbagai sektor. Menurut dia, kolaborasi masih perlu digalakkan oleh pihak terkait.
Direktur Produksi dan Distribusi Farmasi Kementerian Kesehatan Dita Novianti Sugandi Argadireja mengatakan ekosistem plasma nasional yang mandiri dan berkelanjutan dibutuhkan guna membangun ketahanan kesehatan Indonesia. Sehingga, kolaborasi lintas sektor krusial dalam upaya pengembangan ekosistem plasma nasional.
"Ketika kita berbicara tentang plasma sesungguhnya kita tidak hanya berbicara mengenai salah satu komponen darah tetapi kita berbicara mengenai harapan dan keberlangsungan hidup pasien yang membutuhkan terapi berbasis plasma sebagai bagian penting dari perawatan medis mereka," kata Dita.
Dia menyebutkan PODP memiliki peran yang sangat penting dalam layanan kesehatan. Produk tersebut digunakan untuk menangani berbagai kondisi medis, seperti imunodefisiensi primer, hemofilia, hingga berbagai penyakit langka dan kronis lainnya.
"Kepastian pasokan PODP inilah yang memungkinkan pasien untuk mempertahankan kualitas hidup mereka dan tetap berkontribusi secara produktif di tengah masyarakat," kata Dita.

Ilustrasi alat kesehatan. Metrotvnews.com
Menurut dia, memastikan ketersediaan PODP yang aman, berkualitas, dan terjangkau adalah salah satu pilar penting dalam penguatan sistem kesehatan nasional serta sejalan dengan visi ketahanan kesehatan.
"Kami menekankan betapa pentingnya kolaborasi lintas sektor yang terintegrasi antara pemerintah, institusi kesehatan, unit pengelola darah, industri, komunitas pasien, para donor, serta pemangku kepentingan lainnya," kata Dita.